Vonis Hukuman Berat Dari Pada Eksekutor

9

redaksipil Vonis hukuman berat yang dirasakan oleh anak buah Ferdy Sambo, Nasib beberapa anak buah Ferdy Sambo terhitung sebagai terdakwa obstruction of justice tidak semulus si pelaksana eksekusi, Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Dalam sidang Rabu (15/2/2023), Richard yang tembak Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J cuma dijatuhi hukuman 1,lima tahun karena dengan status justice collaborator.

Dengan status itu dan hukumannya yang ada di bawah 2 tahun, Richard ditegaskan dapat kembali bekerja sebagai anggota Polri. Tetapi, dia terima ancaman demosi sepanjang setahun. Sementara anak-anak buah Sambo yang lain dijatuhi hukuman semakin tinggi.

Hendra Kurniawan yang awalnya memegang sebagai Karopaminal Polri dikasih ancaman Penghentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) oleh Komisi Code Etik Polri (KKEP). Lewat sidang Senin (27/2/2023), dia dijatuhi vonis hukuman penjara tiga tahun dan denda Rp27 juta. Vonis ini jadi yang paling tinggi antara terdakwa obstruction of justice lainnya.

Dalam sidang yang serupa, bekas Kaden A Biropaminal Seksi Propam Polri Agus Nurpatria terima vonis dari majelis hakim. Dia dijatuhkan hukuman dua tahun penjara dan denda sejumlah Rp20 juta. Awalnya, dia dikeluarkan tidak hormat dari Polri.

Vonis Hukuman Berat
Vonis Hukuman Berat

Tiga bekas anak buah Sambo pada Jumat (24/2/2023) jalani sidang vonis. Bekas Kasubbagaudit dan Kasubbariksa Baggaketika Rowabprof Seksi Propam Polri, Chuck Putranto dan Kasubbariksa Baiquni Wibowo dijatuhi hukuman setahun penjara. Mereka sebelumnya sempat ajukan banding saat diberi ancaman PTDH.

Selanjutnya, ada bekas Kasubnit I Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Irfan Widiyanto yang dijatuhi vonis hukuman 10 bulan penjara oleh majelis hakim. Di lain sisi, dianya jadi salah satu terdakwa obstruction of justice yang masih belum jalani sidang kaidah.

Hukuman sama diterima bekas Wakaden B Ropaminal Seksi Propam Polri, Bijak Rachman Bijakin. Lewat sidang Kamis (23/2/2023), dia dikenai hukuman penjara sepanjang 10 bulan. Disebut kuasa hukumnya, dia tidak ajukan banding atas vonis itu karena ingin kembali lagi ke lembaga Polri.

Menurut pemerhati Institute for Security and Taktikc Studies (ISESS) Sektor Kepolisian, Bambang Rukminto, beberapa terdakwa obstruction of justice seharusnya dapat diterima kembali sebagai anggota Polri. Karena telah ada ketentuannya.

Vonis Hukuman Berat
Vonis Hukuman Berat

Bambang memperjelas, mereka sudah penuhi persyaratan yang tertera dalam Ketentuan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 dan Ketentuan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011. Bila beberapa anak buah yang dikeluarkan tidak dibalikkan, sambungnya, Polri akan dipandang ambil langkah jelek.

Masalahnya obstruction of justice bukan permasalahan khusus dalam pembunuhan Brigadir J. Di mana si penembak saja, yaitu Richard Eliezer juga dapat dikasih peluang untuk kembali bekerja sebagai anggota Polri. Di lain sisi, nasib bekas pengawal Sambo, Ricky Rizal di kepolisian tidak dikenali.

Ricky Rizal dalam sidang Selasa (14/2/2023) bahkan juga dijatuhi vonis 13 tahun penjara. Dia belum jalani sidang etik karena ajukan banding atas keputusan itu. Dia jadi anak buah Sambo di kepolisian yang hukumannya tertinggi.

Sementara atasan mereka, Ferdy Sambo dijatuhkan hukuman mati oleh hakim karena jadi dalang dalam pembunuhan merencanakan pada Yosua itu. Tidak dikenali apa dia akan ajukan banding atau mungkin tidak. Lantas, si istri, Putri Candrawathi dijatuhi vonis penjara sepanjang umur.

Cek berita menarik lainnya hanya di Redaksipil.com berbagai informasi terupdate dan terbaru dan viral telah kami rangkum untuk Anda.