Virus Malware Youtube Mod Curi Data Pribadi

16

redaksipil – Virus malware Youtube Mod menjadi pertanyaan serius bagi para penggunanya, bagaimana tidak karena beredar bahwa Youtube Mod terinfeksi virus yang dapat meretas informasi pribadi kita yaitu informasi perbankan Anda.

Nexus Malware Menyusup ke YouTube Mod – Seiring teknologi smartphone menjadi lebih umum, sistem juga menjadi lebih rentan. Setidaknya dalam aspek keamanan serangan siber yang menyasar informasi keuangan pengguna. Trik yang digunakan juga berbeda, tetapi sepertinya hanya memiliki opsi untuk meretas rekening bank pengguna.

Salah satu kasus terakhir bahkan tidak menggunakan trik baru. Cara menggunakan situsw phishing yang merupakan trik tertua untuk meretas prospek. Cara ini mempengaruhi komunitas pengguna ponsel Android saat ini karena telah disusupi oleh malware Trojan bernama Nexus.

Rincian bank harus dipertimbangkan

Virus Malware Youtube Mod
Virus Malware Youtube Mod

Penjahat dunia maya menggunakan malware yang disebut Nexus untuk menggunakan detail bank pengguna dan berpotensi mengambil alih rekening bank korban. Malware ini seperti trojan karena kita tahu itu adalah aplikasi lain dan begitu kita menginstalnya, skrip malware akan melakukan apapun yang diinginkan penyusup.

Menurut situs web Cyble, Nexus didistribusikan melalui YouTube Vanced, situs pengunduhan Mod YouTube yang terkenal. Namun, jika Anda tidak terbiasa dengan industri mod ini, Anda tentu sudah mengerti bahwa pembuatnya benar-benar mematikan aplikasi tersebut karena menerima surat cinta dari Google. Cara Kerja Nexus Malware

Bisa dipastikan jika situs download tersebut adalah situs phising yang menyamar sebagai situs asli dan bahkan pengguna biasa pun akan mendownload dari sana. Aplikasi infeksi Nexus ini bahkan dapat menangkap kata sandi dan autentikasi dua faktor seperti Google Authenticator.

Virus malware Youtube
Virus malware Youtube

Malware ini menyalahgunakan pengaturan layanan aksesibilitas Android dan memberikan skin ke aplikasi perbankan, dan saat login, pengguna secara tidak sengaja memasukkan informasi mereka ke dalam skin yang dibuat menyerupai aplikasi asli. Selain itu, Nexus juga berfungsi dengan memasang keylogger untuk menyimpan data.

Meski masih dalam pengembangan, Nexus telah ditargetkan untuk menyerang 450 aplikasi perbankan dan crypto. Meskipun demikian, pembuat malware Nexus memiliki beberapa jenis peraturan yang melarang penggunaannya di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Tentu saja, kerentanan dunia maya terkadang sulit dikelola. Paling tidak, pengguna memiliki database yang cukup untuk mencegah terjadinya insiden seperti penyusupan data. Oleh karena itu, pendidikan keamanan dunia maya sangat penting dan harus disertakan dalam pendidikan usia sekolah.

Cek berita menarik lainnya hanya di Redaksipil.com berbagai informasi terupdate dan terbaru dan viral telah kami sediakan untuk Anda.