Viral Pria Arogan Hentikan Ibadah Umat Kristen

14

redaksipil – Viral pria arogan terekam video berkaus biru kenakan topi bubarkan jemaah gereja.  setelah diperiksa lebih lanjut, kejadian itu terjadi di Gereja Kristen Kemping Daud (GKKD) Bandar Lampung.

“Stop..stop,” kata pria berkaos biru kenakan topi yang terdapat di video sekalian minta jemaah gereja untuk stop seperti diambil merdeka.com, Senin (20/2).

“Sabar pak, ini kembali beribadah pak,” jawab seorang jemaah seperti kedengar di video.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Ino Harianto menjelaskan kejadian itu telah usai saat perantaraan.

Dia menjelaskan pemicunya ialah masyarakat di tempat yang berasa berkeberatan karena gereja belum kantongi ijin.

Dijumpai, lokasi itu sebuah rumah yang jadi tempat beribadah. Masalah telah berguling semenjak tahun 2014 lalu.

“Telah dari 2014, tidak saat itu juga terjadi itu,” sebut Ino memperjelas.

“Warga itu pokoknya tidak larang, tetapi ada ketentuan yang perlu disanggupi. Itu kan ingin melaksanakan ibadah, warga bertanya ijinnya mana,” tambahnya.

Ino ungkap selesai kejadian terjadi, baik Polri atau stakeholder di tempat langsung bertandang ke lokasi. Berusaha lakukan cara perantaraan.

“Kami serap apa aspirasinya, penginnya apa, telah berjumpa dengan faksi gereja, dari beberapa informasi itu sore hari ini kamu merapatkan pada tingkat pemerintahan kota,” katanya.

Kata Kakanwil Kemenag Lampung

Diverifikasi terpisah, Kakanwil Kemenag Propinsi Lampung Puji Raharjo pastikan persoalan yang terjadi telah berbuntut damai.

Puji menerangkan, lokasi yang jadi tempat melaksanakan ibadah itu sebuah rumah. Sebagai persoalan adalah berkaitan ijin pemakaian.

“Status gereja itu sebenarnya belum jadi gereja, tapi rumah yang jadi tempat beribadah,” terang Puji saat dikontak merdeka.com, Senin (20/2).

Baik ijin sementara atau masih tetap belum dikantongi faksi pemilik tempat beribadah.

“Sebetulnya semua umat bisa jalankan beribadah dan jadikan rumah sebagai tempat beribadah asal ada ijin sesaat. Nach ijin dalam pada itu belum dibikin, ijin yang tetap belum dibikin,” jelasnya.

Berkaitan, pria berkaos biru kenakan topi, Puji menjelaskan orang itu datang dari RT (Rukun Tetangga) di tempat.

Masyarakat, kata Puji, telah berulang-kali mengingati faksi pengurus gereja ihwal hal pemberian izin. Bahkan juga, telah 5 tahun lebih.

“Itu (pria trending) dari faksi RT di tempat. Mengingati telah lebih dari lima tahun, dari 2015 atau 2016 telah berulang-kali diingatkan ijin sementara atau persisnya belum diurusi,” terangnya.

Viral pria arogan
Viral pria arogan

Puji ungkap selesai kejadian itu beberapa stakeholder bertandang ke lokasi. Dan langsung diadakan perantaraan.

“Persetujuan untu menuntaskan secara bersama secara damai hingga faksi warga di tempat damai dan faksi mengadakan beribadah dapat melaksanakan ibadah dengan damai. Jika ingin diurusi ijinnya monggo, maunya jalan sama sesuai koridor yang berjalan,” bebernya.

Kata Camat Rajabasa

Camat Rajabasa, Kota Bandarlampung, Hendry Satria Jaya menjelaskan jika awalnya telah ada tatap muka dan kesepakatan pada Tahun 2016 dan 2022, di mana mereka dapat memakai lokasi itu untuk beribadah jika ijinnya telah diurusi.

“Jadi peristiwa video trending di sosial media itu bukan larangan untuk beribadah, karena beribadah orang jangan dilarang . Maka lokasi itu tidak ada ijin pemakaian tempat ibadahnya,” ucapnya.

Awalnya tersebar video trending di sosial media yang memperlihatkan beberapa pelaku aparatur daerah menggeruduk beribadah di Gereja Kristen Kemping Daud (GKKD) di Jalan Soekarno Hatta Gang Anggrek RT 12 Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Bandarlampung, pada Sabtu (19/2).

Cek berita menarik lainnya hanya di Redaksipil.com berbagai informasi terupdate dan terbaru dan viral telah kami rangkum untuk Anda.