Tunda PHK Massal ? CEO Apple Berikan Penjelasan

6

redakspil – Tunda PHK Massal saat raksasa teknologi seperti Google, Amazon, Microsoft, dan yang lain umumkan PHK massal, banyak industri tehnologi memprediksi jika Apple akan lakukan hal sama. Tetapi, Apple rupanya belum merumahkan pegawainya, bahkan juga sekarang ini disebutkan belum mempunyai gagasan untuk lakukan itu dalam kurun waktu dekat.

CEO Apple, Team Cook, sudah mengatakan jika PHK ialah opsi paling akhir dan ia akan mendapati langkah lain untuk mengurus keuangan dibanding melepas karyawan. Ia tidak tidak pedulikan peluang PHK seutuhnya, tapi untuk sekarang ini, Apple sukses menghindariinya.

Google ikuti tapak jejak raksasa tehnologi lain, seperti Microsoft, Amazon, Meta, dan Twitter yang lakukan keputusan jalinan kerja (PHK) dengan merumahkan nyaris 12 ribu karyawan. Sekarang, Apple jadi salah satu perusahaan tehnologi besar yang belum lakukan PHK.

Ada tiga argumen kenapa Apple belum dipengaruhi oleh pelambatan dan krisis ekonomi, diambil dari situs indiatoday.in, Senin (6/2/2023).

Tunda PHK Massal
Tunda PHK Massal

1.Pemangkasan upah suka-rela CEO Apple Team Cook
CEO Apple Team Cook secara suka-rela terima pemangkasan upah. Sama sesuai laporan, Cook berasa upahnya terlampau tinggi. Ia mendapatkan potongan upah dan akan terima pengurangan nyaris 50 % dalam paket ganti ruginya di perusahaan.

Apple mengutarakan jika upah Team Cook yang dikoreksi bisa menjadi keseluruhan 49 juta dolar AS (Rp 729,7 miliar) di depan. Ini terhitung upah dasar tiga juta dolar AS, bersama dengan bonus 6 juta dan nilai ekuitas 40 juta dolar AS. Disamping itu, prosentase saham Cook, berkaitan dengan performa Apple, akan bertambah jadi 75 % dari awal sebelumnya 50 %.

2. Apple tidak mengambil pegawai sekitar raksasa tehnologi lain.
Salah satunya argumen khusus dibalik PHK perusahaan tehnologi belakangan ini ialah penerimaan yang terlalu berlebih. Hal tersebut ialah suatu hal yang tidak dilaksanakan Apple sepanjang wabah Covid-19.

Dibanding dengan perusahaan tehnologi yang lain, Apple menskalakan tenaga kerjanya dengan kecepatan yang lebih lamban. Sama sesuai laporan Forbes, Apple ikuti skema penerimaan yang serupa semenjak 2016. Sama sesuai laporan, Apple sudah mengaryakan kurang dari 7.000 pegawai di tahun 2020. Pada September 2022, perusahaan mengaryakan nyaris 164 ribu karyawan penuh waktu di seksi perusahaan dan ritelnya.

3. Apple tidak habiskan uang untuk barang gratis seperti perusahaan tehnologi besar yang lain.
Apple tidak memberi makan siang gratis ke pegawainya, tidak seperti perusahaan tehnologi besar yang lain, yang menolong perusahaan mengirit uang banyak.

Menurut Tom Forte, riset penelitian senior di bank investasi D.A. Davidson dan Co ke Wall Street Journal, bukannya mengeluarkan pegawai, Apple kemungkinan tidak menukar karyawan yang stop atau pensiun.

Apple mungkin saja mengganti faedah atau keuntungan yang lain dijajakan, tapi peralihan itu kemungkinan tidak terlalu besar. Apple tidak memberi makan siang gratis ke pegawainya seperti beberapa perusahaan tehnologi besar yang lain, seperti Google atau Meta.