Kenapa Tulisan Dokter Susah Baca? Ini Alesannya

11

redaksipil – Tulisan Dokter Susah Baca Dokter kerap menulis dengan tulisan dokter yang susah dibaca saat memberi resep obat untuk pasien yang barusan dicheck.

Argumen umum kenapa tulisan tangan dokter susah dibaca ialah jumlahnya resep yang perlu diisi dalam sekejap.

Salah satunya pemicu tulisan dokter susah dibaca ialah permasalahan efektivitas waktu. Dokter umumnya memberi resep secara cepat dan terburu-buru, hingga hasilnya tidak rapi.

Alasan Jeleknya Tulisan Dokter

Tetapi, walau susah dibaca oleh pasien, tulisan dokter masih tetap bisa dibaca atau dimengerti oleh apoteker.

Bila apoteker kurang terang atau sangsi, umumnya mereka akan memeriksa ulangi ke dokter. Berikut sejumlah argumen kenapa tulisan tangan dokter buruk dan susah dibaca:

1. Lelah Menulis Terlalu Lama

Mengecek pasien selama seharian dan harus menulis catatan atau resep yang serupa sering meletihkan.

Informasi trending mengatakan dokter harus habiskan 10 sampai 12 jam satu hari untuk tuliskan resep dan hasil pengecekan fisik, dan dilaksanakan lewat cara manual.

Mayoritas tulisan tangan dokter lebih buruk selama seharian karena otot-otot kecil pada tangan bekerja terlampau keras dan jadi capek.

Tulisan Dokter Susah Baca
Tulisan Dokter Susah Baca

2. Efisiensi Waktu

Bila dokter bisa habiskan waktu satu jam dengan tiap pasien, mereka kemungkinan bisa perlambat tulisan mereka dan istirahatkan tangan mereka.

Tetapi kenyataannya, umumnya dokter harus segera ke pasien selanjutnya sesudah mereka usai menjaga pasien lain.

Dokter harus manfaatkan saat yang relatif cepat untuk menulis info dan memberi resep secara cepat.

Dengan demikian beberapa pasien yang perlu dirawat dalam kurun waktu terbatas, dokter lebih mengutamakan mendapat info dibanding memperbaiki tulisan tangan mereka.

3. Istilah untuk Dokter dan Apoteker

Istilah-istilah yang dimengerti oleh sejumlah profesional klinis, seperti dokter dan apoteker, bisa memusingkan dan tidak bisa dimengerti oleh Anda.

Misalkan, QD ialah kependekan dari frasa Latin yang bermakna sehari, dan TID bermakna 3x satu hari.

Apoteker tahu benar apakah yang dimaksud sama dokter, tapi kita kemungkinan menganggap itu ialah “ceker ayam”.

Cek berita menarik lainnya hanya di Redaksipil.com berbagai informasi terupdate dan terbaru dan viral telah kami rangkum untuk Anda.