Tolak Pembangunan Masjid di Korea Selatan

12

redaksipil – Tolak pembangunan Masjid yang dilakukan oleh warga Daegu,Korea Selatan ,kejadian masih berlanjut setelah 2 bulan lalu warga Korea Selatan juga sempat melakukan penolakan dengan kasus yang sama dengan melempari kepala Babi ke tempat pembangunan Masjid.

Ini sebagai tindakan ke-2 masyarakat Degu sesudah 2 bulan lalu masyarakat melangsungkan acara pesta barbekyu di muka Pusat Islam Darul Iman Kyungpook dalam protes yang terjadi pada 15 Desember 2022.

Seperti dikutip Korea Joongang Daily pada Jumat (3/2/2023) dalam protes yang terkini ini salah seorang panitia, JoongAng Ilbo, menjelaskan jika jalanan Area Buk Daegu dipenuhi oleh beberapa orang yang berbaris untuk makan gukbap atau sup yang dihidangkan dengan nasi dan suyuk babi (potongan daging babi rebus). Itu dilaksanakan sebagai protes pada larangan Islam untuk makan daging babi.

Acara pesta itu dinilai beberapa orang karena tidak menghargai umat Islam. Akan tetapi panitia menampik kritik itu dengan alasan jika budaya Korea Selatan mengajari untuk share sajian daging babi sama orang lain.

Tolak Pembangunan Masjid
Tolak Pembangunan Masjid

Dalam pada itu seorang mahasiswa di Kampus Kyungpook, Muaz Razaq, memperlihatkan jika sikap semacam itu bisa disaksikan sebagai Islamofobia.

Di sosial media, ia menanyakan apa budaya Korea melangsungkan acara pesta yang mengikutsertakan minuman keras atau sikap tabu yang lain di muka kuil Buddha atau gereja Kristen.

Sebetulnya perselisihan berawal pada September 2020 saat Kantor Area Buk meluluskan satu kelompok Muslim membuat Masjid di lingkungan perumahan dekat Kampus Nasional Kyungpook di Daegu, sebagai benteng konvensional yang berada sekitaran 240 km (149 mil) tenggara Korea Selatan. Masjid itu gagasannya akan dibuat dua lantai.

Konstruksi juga berjalan mulus sampai Februari 2021. Tetapi saat bangunan itu mulai seperti terlihat Masjid, masyarakat ajukan keluh kesah ke Kantor Area Buk, yang membuat kantor area hentikan pembangunan.

Kasus ini dibawa ke pengadilan, dan sesudah perjuangan hukum yang panjang, Mahkamah Agung pada September tahun kemarin pada akhirnya putuskan pembangunan mushola itu bersambung. Tapi lepas dari keputusan Mahkamah Agung, masyarakat terus protes pembangunan Masjid itu.