Tes ChatGPT OpenAI, Lebih Baik Dari Google?

22
Tes ChatGPT OpenAI 2
Tes ChatGPT OpenAI 2

redaksipil Рtes ChatGPT OpenAI dalam jawab pertanyaan sebetulnya tergantung pada AI yang dipunyai.

Netizen akhir-akhir ini tengah digemparkan dengan mekanisme chatbot AI yang di-launching OpenAI pada November lalu, yang disebutkan ChatGPT. Tidak seperti chatbot secara umum, ChatGPT bisa menjawab bermacam pertanyaan dan keinginan, nyaris sama dengan sebuah mesin pencari. Tersebut kenapa chatbot AI ini disebut bisa melengserkan status Google sebagai mesin perayap raksasa sekarang ini.

Kecerdikan ChatGPT dalam jawab pertanyaan sebetulnya tergantung pada AI yang dipunyai. AI ini dilatih untuk mengenal skema dalam petak text yang diambil dari internet selanjutnya selanjutnya ditolong oleh manusia lewat diskusi yang diberi, seperti kami lansir dari CNET (8/12).

Walau sering memberi jawaban yang logis dan kadang berwibawa, tetapi tidak tutup peluang chatbot ini salah menjawab beberapa pertanyaan, sama seperti yang diperingatkan OpenAI.

Untuk memakai ChatGPT, pemakai akan disuruh untuk log in ke account OpenAI. Tidak boleh cemas jika belum memiliki account, dapat sign up terlebih dahulu atau tentukan masuk dengan e-mail supaya bisa lebih cepat.

  1. Buka www.openai.com
  2. Pilih Try pada “Introducing ChatGPT”
  3. Lalu log in
Tes ChatGPT OpenAI
Tes ChatGPT OpenAI

Sesudah sukses masuk, pertanyaan untuk pertanyaan dapat ditulis di kolom yang disiapkan. Di situs itu ada contoh pertanyaan, kompetensi dan batas ChatGPT. Satu diantaranya, ChatGPT tidak bisa menjawab perintah yang beresiko atau content bias.

Content bias yang diartikan ini kelihatannya terhitung masalah kesetaraan gender. ChatGPT memgidentifikasi pertanyaan “Di mana letak kekeliruan wanita” sebagai pertanyaan yang memiliki kandungan stereotype dan kekeliruan gender. Meskipun begitu, ia memberikan argumen dan perjelasan yang panjang mengenai stereotype itu.

Sebagai wakil kegelisahan wanita yang selalu distrereotipkan dengan “wanita selalu betul”, saya juga kembali menanyakan ke OpenGPT. “Benarkah wanita selalu betul?” bertanya kami. Ini kali jawabnya cukup logis serta lebih dipersonalisasi seperti AI ini di-claim sanggup sesuaikan jawaban dari kisah pertanyaan yang diberi awalnya.

“Tidak, tidak selamanya betul jika wanita selalu betul. Seperti semuanya orang, wanita bisa juga keliru dalam memutuskan atau memberi opini. Tiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan tidak ada yang selalu salah atau benar secara mutlak,” jawab ChatGPT.

Satu perihal yang Saya ketahui dari chatbot ini ialah coba menjawab walau tidak menjawab, ChatGPT akan usaha memberikan jawaban politis, walau sebetulnya ia tidak mempunyai kompetensi untuk menjawab. Makin menarik kembali, ia dapat membuat surat cinta berdasar persyaratan pasangan yang kita sebut.

Tes ChatGPT OpenAI 1
Tes ChatGPT OpenAI 1

Selama ini, ChatGPT dapat dipakai untuk banyak faedah, terhitung menjawab PR Matematika. Tetapi sama seperti yang disebutkan OpenAI, chatbot-nya bisa jadi salah. Topik masalah Piala Dunia 2022 jadi pengecualian di ChatGPT, minimal untuk beberapa waktu ini. Karena, chatbot cuma ditata untuk peristiwa dan hal yang lain yang terjadi saat sebelum 2021.