Sistem Kerja Fleksibel Bagi Para Wanita Karier

14

redaksipilSistem Kerja Fleksibel yang bisa membuat seorang Wanita berperan penting dalam perkembangan zaman dan memberikan dampak Positif tapi dengan mempunyai masalah akan menikah dan mempunyai anak menjadi salah satu kontribusi banyak pekerja perempuan keluar dari dunia kerja.

Speerti dijumpai, salah satunya penemuan instansi penelitian Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG), tahun 2016 ada sekitaran 1,tujuh juta wanita dari 11 juta wanita umur 20-24 tahun yang keluar angkatan kerja karena argumen pernikahan dan punyai anak.

Oleh karenanya, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen menyebutkan jika mekanisme kerja yang fleksibel sebenarnya dapat menggerakkan keterlibatan wanita dalam angkatan kerja.

“Dengan membuat opsi kerja yang fleksibel, seperti kerja hibrida tanpa mempertaruhkan keproduktifan,” kata Satu Kahkonen seperti diambil dari ANTARA.

Selainnya mekanisme kerja fleksibel, ketersediaaan sarana pengasuhan anak berkualitas jadi perhatian Satu Kahkonen untuk memberikan dukungan wanita pada tempat kerja. Dia menjelaskan jika sarana pengasuhan itu harus juga dapat dijangkau hingga memungkinkannya wanita untuk bekerja.

Faksinya menggerakkan terdapatnya pengiringan dan training karyawan dan pebisnis wanita untuk membuat pimpinan wanita di masa datang.

Hal itu penting karena sekarang ini jumlah wanita sebagai pimpinan dalam industri saat ini masih rendah.

Sistem Kerja Fleksibel
Sistem Kerja Fleksibel

“Pada status management senior cuma 30 % yang wanita, lima % di barisan pimpinan perusahaan, dan cuma 16 % yang mempunyai usaha kecil dan menengah,” kata Satu Kahkonen.

Walau sebenarnya menurut survey ILO pada perusahaan di Indonesia, 77 % perusahaan sepakat jika keberagaman gender bisa menolong tingkatkan performa usaha mereka.

Hal itu memperlihatkan mengaryakan dan mempromokan wanita sebagai hal yang positif untuk industri.

“Jadi mengaryakan dan mempromokan wanita bukan hanya logis secara ekonomi, tapi juga logis secara usaha,” kata Satu Kahkonen.

Maka dari itu, faksinya minta pemerintahan dan pebisnis keluarkan peraturan untuk membuat ekosistem industri yang mendayagunakan wanita.*

Banyak sistem kerja yang paling fleksibel untuk jaman digital saat ini terutamanya untuk beberapa wanita profesi yang dapat lakukan tugas mereka cukup dengan di rumah saja.

Tidaklah aneh banyak yang mengidamkan tugas yang paling simpel itu untuk mereka yang berpotensi di bagian masing-masing, beragam sistem kerja dan tidak membuat capek dan semakin dapat santai dan dapat lakukan ativitas tambahan yang lain seperti Olahraga enteng atau Yoga di rumah.

Bagaimana? berminat untuk mencoba ?