BRIN Matikan Sistem Sinyal Tanda Tsunami

22

redaksipil – Sinyal tanda Tsunami dari Badan Penelitian dan Pengembangan Nasional (BRIN) yang hentikan mekanisme peringatan awal tsunami memacu sorotan tajam. Bahkan juga, berita itu rupanya membuat terkejut anggota Komisi VIII DPR RI Wastam.

Wastam juga kaget saat dengar berita bila program pengawasan tsunami atau Indonesia Tsunami Early Warning Sistem (Ina-TEWS) diperhitungkan sudah disetop oleh BRIN. Dia juga akui baru mengetahui mengenai berita ini.

“Jika dihubungkan dengan mekanisme peringatan awal (tsunami), ini (pemberhentian program Ina-TEWS) saya justru baru mengetahui,” tutur Wastam di antara peringatan Hari Ulangi Tahun (HUT) Ke-47 Sentral Satria di Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa tengah, Kamis (2/2/2023).

Adapun berita tersebut berawal ketika berada kabar berita berkaitan ruang pemantau Indonesia Tsunami Observation Center (Ina-TOC) di Gedung Soedjono Poesponegoro di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, yang tidak ada kegiatan pada sebuah tahun akhir. Keadaan itu memacu sangkaan bila BRIN sudah hentikan program Ina-TEWS.

Sinyal tanda Tsunami
Sinyal Tanda Tsunami

Tentang itu, Wastam juga memperjelas faksinya akan menanyakan pemberhentian program Ina-TEWS itu melalui Tubuh Nasional Pengendalian Musibah (BNPB) dan Kementerian Sosial (Kemensos), sebagai partner Komisi VIII DPR RI.

Hal itu dilaksanakan karena sejauh ini, BNPB dan Kemensos tangani persoalan itu. Disamping itu, kata Wastam, BRIN bukan partner Komisi VIII DPR.

“Saya pasti menanyakan (ke BNPB dan Kemensos), karena BRIN bukan partner kami, saya akan menanyakan ke partner kami, khususnya ke BNPB, kok sampai disetop,” janjinya.

Wastam meneruskan, bila program Ina-TEWS sampai betul-betul disetop, resikonya sangat besar saat terjadi tsunami tanpa mekanisme peringatan awal.

“Terkecuali jika ada mekanisme yang baru, yang lebih efisien, tidak apapun jika (yang lama) disetop oleh BRIN. Tetapi jika tidak ada (mekanisme yang baru), terus telah disetop, tentu kita akan memberi penilaian untuk ini,” sambungnya.