Serial Killer Dukun Aki Indonesia

8

redaksipil – Serial killer dukun aki Indonesia satu-satu pembunuhan berantai dilaksanakan dukun Accu Cs mulai tersingkap. Terbaru, hasil penyidikan polisi ungkap jika Noneng mertua dari Wowon Erawan alias Accu meninggal selesai menyeburkan diri ke laut Bali. Yang didasari atas perintah sang Dukun.

Noneng menyeburkan diri ke laut ikuti perintah dari ‘Aki Banyu’ yang tidak lain ialah menantunya sendiri, Wowon. Tetapi saat itu, Noneng tidak ketahui figur asli daripada ‘Aki Banyu’. Argumen Noneng menyeburkan diri ke laut karena diberikan iming-iming akan keberhasilan.

“Jika info terdakwa (Wowon) jika ingin mencapai kesuksesan silahkan masuk ke laut, itu dari ‘Aki Banyu’,” tutur Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi ke reporter di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/1).

Hal perintah akan diminta untuk mengatakan diri ke laut dari ‘Aki Banyu’ diterima Noneng lewat ikatan smartphone. Tanpa merasa heran dan langsung melaksanakan perintah tersebut.

Tidak cuma ke korban, sejauh ini ‘Aki Banyu’ alias Wowon memberi perintah dengan lewat telephone terhitung ke terdakwa Duloh dan Dede untuk mengesekusi beberapa korbannya dengan suara yang lain. Wowon berpofesi sebagai dalang pembunuhan berantai itu.

“Sang wowon ini pekerjaannya ialah dalang jadi suaranya dapat berbeda berbeda diterapkan di saat pengecekan tempo hari,” tutur Hengki.

Serial Killer Dukun
Serial Killer Dukun

Dua Korban Dukun Accu Cs Dibuang ke Laut
Hengki menyebutkan sampai sekarang ini telah 2 orang yang dipastikan meninggal dengan TKP di laut. Dua korban itu ialah Siti dan yang terkini ialah Noneng.

“Rupanya yang berada di Bali itu masuk ke laut tidak cuma Siti tetapi Noneng dan ini hasil verifikasi kami dengan Polres Karang Asam, kita terima laporan rupanya yang masuk ada dua,” sebut ia.

Sudah diketahui, Siti yang profesinya sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) meninggal karena didorong Noneng saat akan ke arah Mataram. Siti didorong ke laut Noneng atas perintah Wowon sampai pada akhirnya tenggelam dan dipendamkan di Garut, Jawa Barat.

Pembunuhan pada Siti dilaksanakan Wowon lewat ‘tangan’ Noneng karena korban sering menangih uang dijanjikannya dapat digandakan aktor. Wowon alias accu menjelaskan jika uang itu ada di Mataram. Selanjutnya ia memerintah Noneng temani Siti ke Mataram. Di tengah-tengah perjalanan, Noneng menggerakkan Siti ke laut sampai mayatnya diketemukan di Garut.

Wowon Rupanya Punyai Panggilan ‘Aki Banyu’ untuk Perintahkan Pembunuhan Berantai
Salah satunya terdakwa pembunuhan berantai Wowon mempunyai panggilan sendiri yakni ‘Aki Banyu’. Panggilan itu sebagai modus operasi untuk menghabiskan nyawa ke-9 korbannya.

“Kita ada juga dapatkan modus lainnya, korban modus operasi dibanding aktor . Maka ini cukup unik. Rupanya terdakwa Wowon ini berperanan sebagai ‘Aki Banyu’,” sebut Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Selasa (24/1).

Hengki menerangkan, figur ‘Aki Banyu’ sebagai figur fiktif dengan kata lain tidak ada dan dikenali oleh dua terdakwa lain yaitu, Solihin dan Dede Solehudin.

Info dari 2 terdakwa, ‘Aki Banyu’ ialah figur yang dipandang keramat oleh mereka. Bahkan juga, Accu Banyu itu disebutkan benar-benar susah dijumpai dan tidak sembarangan orang menjumpainya. Walau mereka tidak pernah berjumpa sama sekalipun.

Sepanjang lakukan pembunuhan, Duloh dan Dede cuma memperoleh perintah dari ‘Aki Banyu’ lewat jaringan telepon. Tetapi, figur ‘Aki Banyu’ dibongkar oleh polisi selesai dilaksanakan penangkapan pada ke-3 terdakwa.

“Dan di saat kami tangkap HP yang atas nama ‘Aki Banyu’ ini digenggam oleh Wowon,” papar Hengki.

Sesudah diamankan, Duloh dan Dede sejauh ini tidak ketahui tentu siapa figur ‘Aki Banyu’ baru dijumpai mereka yang rupanya ialah rekanan sekalian otak dari pembunuhan yang tidak lain ialah Wowon.

“Jadi figur yang dipandang keramat yang telah dijumpai walau sebenarnya itu Wowon. Bahkan juga terdakwa Duloh dan Dede sesudah demikian lama tahu jika itu ialah wowon rupanya cocok diamankan itu,” kata Hengki.