Red Notice Interpol Ditangkap Polda Bali

8

redakspilRed Notice Interpol yang mempunyai dua identitas kependudukan diamankan Kepolisian Wilayah Bali bekerja bersama dengan Imigrasi Ngurah Rai tangkap seseorang yang masuk ke daftar red notice Interpol namanya Antonio Strangio di Lapangan terbang Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali.

Dengan segala upaya informasi dan pergerakan yang cepat Polda Bali berhasil meringkus pelaku yang sudah lama menjadi target operasi penangkapan tersebut dan memberikan hasil yang sempurna, dan akan diproses lebih lanjut di kantor Polda Bali untuk dimintai keterangan langsung.

Kepala Sub Direktorat III Direktorat Reserse Kriminil Umum Jatanras Polda Bali AKBP Endang Tri Purwanto di Denpasar, Bali, Selasa (7/2/2023) menjelaskan pria yang mempunyai dua kewarganegaraan, Australia dan Italia itu diamankan saat melalui pengecekan petugas di Lapangan terbang Ngurah Rai.

“Red notice itu dari Interpol Roma, tapi yang berkaitan mempunyai dua kewarganegaraan Australia dan Italia,” kata Endang.

Red Notice Interpol
Red Notice Interpol

Berdasarkan penjelasan Endang Purwanto, subyek red notice Interpol itu diamankan pada Kamis (2/2/2023) dan diberikan pada pihak Kepolisan Wilayah Bali pada Jumat (3/2/2023).”Ia diamankan berkaitan kasus drugs atau narkoba. Diamankan oleh imigrasi, peluang ia baru landing di Indonesia, langsung diamankan,” katanya.

Seterusnya, sama sesuai ketetapan yang berjalan faksinya akan lakukan ekstradisi ke yang berkaitan, namun tetap menanti komunikasi dengan The Australian Federasi Police (AFP) atau faksi Interpol.

Berdasarkan penjelasan Endang, Antonio masuk subyek red notice Interpol semenjak tahun 2016. Terdakwa Antonio lakukan laganya seorang diri berkaitan permasalahan narkotika di negaranya.

Endang tidak dapat merinci dengan detail berkaitan kasus yang mengikutsertakan WNA namanya Antonio itu karena saat ini masih menanti hasil komunikasi dengan faksi Interpol. Tapi yang jelas, faksinya memperoleh surat keinginan penangkapan pada Antonio semenjak 2016.

Sekarang ini, WNA itu ditahan di Rumah Tahanan Polda Bali menanti hasil komunikasi dengan AFP atau Interpol Polri.Selainnya Antonio, Polda Bali terima banyak keinginan penelusuran subyek red notice Interpol yang peluang berada di daerah Bali.

“Banyak keinginan. Yang banyak itu kasus narkotika,” kata Endang.