Polri Pertimbangkan Kasus Richard Eliezer

8

redaksipil Polri pertimbangkan kasus Richard Eliezer yang disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebutkan nasib keanggotaan Bharada E atau Richard Eliezer akan ditetapkan lewat sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Dia pastikan Polri akan menimbang status justice collaborator (JC) sampai keadilan di tengah-tengah warga dalam putuskan dikeluarkan atau tidak Richard.

“Sidang KKEP tentu saja akan menimbang saran dari beragam warga, opini beberapa pakar dan tentu saja salah satunya rekomendasi yang terpenting dari pengadilan ialah RE (Richard ) sebagai JC. Pak Kapolri telah menimbang Polri untuk dengarkan anjuran saran dari warga. Karena yang paling penting rasa keadilan warga harus tercukupi berkaitan kasus ini,” kata Dedi ke reporter, Kamis (16/2/2023).

Menurut Dedi, Seksi Propam Polri sudah mengagendakan sidang etik pada Bharada E.

“Jika kelak ada agenda tentunya telah ada, begitu proses sidang dan hasilnya juga ada, Insyaallah akan selekasnya kami berikan ke kawan-kawan media,” ucapnya.

Vonis 1,5 Tahun

Awalnya, ketua majelis hakim Wahyu Iman Santoso jatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara pada Richard sebagai tersangka kasus pembunuhan merencanakan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Vonis yang dijatuhkan ini lebih enteng dari tuntutan beskal penuntut umum (JPU), yaitu delapan tahun penjara.

Dalam pemikirannya, majelis hakim menerangkan salah satunya hal yang memudahkan karena Richard sebagai saksi aktor yang bekerja sama di dalam ungkap habis kasus ini atau disebutkan justice collaborator (JC). Selanjutnya, Richard dipandang berlaku santun saat di persidangan, tidak pernah dijatuhi hukuman, masih terbilang muda dan diharap sanggup membenahi sikapnya nantinya di masa datang,

Polri Pertimbangkan Kasus
Polri Pertimbangkan Kasus

“Tersangka menyesali tindakannya dan janji tidak menyesali tindakannya kembali, keluarga korban Nofriansyah Yosua Hutabarat sudah maafkan tindakan tersangka,” tambah hakim.

Berharap Tidak Ada Banding

Terpisah, wakil ketua Instansi Pelindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi mengharap beskal tidak ajukan banding atas vonis enteng pada Richard. Ini menurut dia bisa dilaksanakan beskal sebagai wujud penghargaan ke Richard sebagai JC.

“Kita mengharap beskal pun tidak lakukan usaha banding pada keputusan ini sebagai wujud penghargaan ke Eliezer sebagai justice collaborator,” kata Edwin selesai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2023).

Dalam peluang itu, Edwin menghargai keputusan hakim yang memvonis enteng Richard dibandingkan tuntutan beskal.

“Kami tak pernah lupakan kejujuran, kebenaran yang dikatakan Eliezer yang membuat kasus ini jelas. Kita menghargai keputusan majelis hakim,” ujarnya