Permintaan Maaf Putri Candrawathi Usai Sidang

10

redaksipil – Permintaan Maaf Putri Candrawathi tersangka kasus pembunuhan merencanakan pada Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi, ajukan permintaan maaf ke beragam faksi saat nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 25 Januari 2023. Salah satunya, Putri mohon maaf ke keluarga Brigadir Yosua, beberapa tersangka lain, sampai Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ini hari ketika pembelaan saya ingin sampaikan keinginan ikhlas saya ke orangtua mendiang Brigadir Yosua, Bapak dan Ibu Samuel Hutabarat, Saya ikut bersedih, meminta maaf dan berdoa mudah-mudahan semua keluarga dikuatkan dan diberi berkah. Saya ingin sampaikan dengan benar-benar, Saya tidak lakukan apa yang mereka tuduhkan itu,” kata Putri.

Selainnya ke orangtua Brigadir Yosua, Putri mohon maaf ke Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma’ruf. Dia mohon maaf ke personil Polri yang terimbas kejadian ini.

“Saya mohon maaf ke Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, Bapak dan Ibu Kapolri, dan beberapa Bhayangkari, dan warga yang terimbas dan kuras perhatian sepanjang proses hukum saya berjalan,” tutur Putri.

Permintaan Maaf Putri
Permintaan Maaf Putri

Putri kembali mengatakan dianya korban penghinaan seksual
Dalam pledoinya Putri memperjelas kembali jika dianya sebagai korban kekerasan seksual yang sudah dilakukan Brigadir Yosua di Magelang pada 7 Juli 2022. Walau sebenarnya, ia mengatakan sudah memandang Yosua sebagai sisi dari keluarganya.

“Saya alami kekerasan seksual. Saya dianiaya orang yang awalnya selalu Kami perlakukan dengan baik sekali. Orang yang Kami kira keluarga. Peristiwa benar-benar pahit yang malah terjadi pada hari pernikahan Kami yang ke-22,” kata Putri.

Putri mengatakan memperoleh hindaan dan cemoohan
Istri bekas Kepala Seksi Karier dan Penyelamatan Polri, Irjen Ferdy Sambo, itu sampaikan curah hati karena tidak mampu hadapi ejekan dan cemooh saat jalani proses hukum kasus ini.

“Bahkan juga, diperjalanan sesudah persidangan saya menyaksikan dari mobil tahanan banyak banner berisi cacian dan desakan supaya Majelis Hakim jatuhkan hukuman-hukuman yang mengerikan. Hukuman yang tidak mampu saya pikirkan,” tutur Putri.

Dia memperjelas kembali dianya tak pernah pikirkan apa lagi berencana pembunuhan atau bersama punya niat membunuh siapa saja.

Claim masalah Putri sebagai korban penghinaan seksual Brigadir Yosua sudah digaungkan faksi Ferdy Sambo semenjak awalnya. Awalannya Sambo menyebutkan Yosua lakukan penghinaan pada Putri di dalam rumah dinasnya di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022.

Tindakan Yosua, menurut scenario palsu Sambo itu, dijumpai oleh Richard Eliezer sesudah Putri menjerit. Yosua dan Richard lalu turut serta tindakan tembak tembak. Putri bahkan juga sempat membuat laporan polisi plus ajukan diri untuk memperoleh pelindungan dari Instansi Pelindungan Saksi dan Korban (LPSK) berkaitan permasalahan ini.

Sesudah scenario palsu itu tersingkap, polisi juga mengatakan tidak mendapati bukti ada penghinaan seksual yang sudah dilakukan Brigadir Yosua pada Putri Candrawathi. LPSK selanjutnya mengatakan tidak dapat memberi pelindungan.Faksi Sambo lalu menyebutkan jika penghinaan pada Putri Candrawathi terjadi di Magelang.

Pakar Poligraf sebutkan Putri Candrawathi bohong
Namun, claim ada pemerkosaan itu disangsikan oleh saksi pakar poligraf Aji Febriyanto. Dalam sidang beberapa lalu, Aji mengatakan jika Putri sempat ditanyakan berkaitan perselingkuhannya dengan Yosua di Magelang. Putri mengatakan tidak dalam test itu dan hasilnya ditandai bohong.

Minggu kemarin, Beskal Penuntut Umum (JPU) juga ajukan tuntutan delapan tahun penjara ke Putri Candrawathi. Menurut beskal, Putri sudah penuhi elemen tindakan pembunuhan merencanakan seperti yang sudah didakwakan dalam tuduhan Pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat ke-1 KUHP.

“Kami penuntut umum dalam kasus ini menuntut agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mengecek dan menghakimi kasus ini putuskan, jatuhkan pidana pada tersangka Putri Candrawathi dengan pidana penjara sepanjang delapan tahun dipotong periode tahanan dengan perintah tersangka masih tetap ditahan,” kata beskal dalam membaca tuntutan.

Tuntutan pada Putri Candrawathi sama dengan tuntutan pada Ricky Rizal WIbowo dan Kuat Ma’ruf, yaitu delapan tahun penjara. Ferdy Sambo memperoleh tuntutan penjara sepanjang umur dan Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara karena jadi pelaksana eksekusi Brigadir Yosua.