Peristiwa Gempa Bumi yang Dijelaskan Al Quran

6

redaksipil – Peristiwa Gempa Bumi sebagai salah satunya musibah alam yang terjadi di dunia. Sampai sekarang ini, kejadian gempa bumi saat ini masih sukai terjadi di beberapa wilayah. Dengan membuka cara pandang kita terhadap suatu musibah, tentu kita semua akan mengambil hikmah atas kejadian tersebut dan beberapa tentang Gempa Bumi yang terdapat pada Al Quran

Alquran menulis kejadian gempa bumi yang terjadi di periode kemarin. Ada empat ayat Alquran yang mengutarakan 2x kasus gempa bumi dalam waktu berlainan di periode lalu, yang melelehlantakkan negeri dan umat yang diterpanya. Kurang dari kehebatan kasus gempa bumi yang terjadi sekarang ini.

Dua dari 4 ayat yang mengutarakan kasus gempa itu ada dalam surat Al-A’raf dengan lafaz yang serupa, masing-masingnya ayat 78 mengenai kasus gempa yang menerpa umat Nabi Shaleh:

فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَٰثِمِينَ

“Karenanya mereka diterpa gempa, karena itu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpang pada tempat tinggal mereka.”

Dan ayat 91 di surat yang serupa yang menunjuk kasus gempa yang dirasakan umat Nabi Syuaib. Firman Allah SWT:

فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَٰثِمِينَ

”Lalu, mereka dibinasakan oleh gempa bumi hingga pagi harinya mereka bergelimpang dalam tempat tinggalnya.”

Tidak berbeda jauh dari ke-2 ayat di atas, surat Hud ayat 67 kembali menunjuk kasus gempa yang menerpa umat Nabi Shaleh. Firman-Nya:

وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ٱلصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دِيَٰرِهِمْ جَٰثِمِينَ

”Dan, beberapa orang yang aniaya itu diterpa suara deru, lalu mereka bergelimpang dalam tempat tinggalnya.”

Selanjutnya Surat Al-‘Ankabut ayat 37 mengutarakan kasus gempa yang dirasakan umat Nabi Syuaib. Firman-Nya:

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَٰثِمِينَ

”Lalu mereka mendustakannya (Syuaib), selanjutnya mereka disiksa dengan gempa raya, lalu pada pagi hari mereka bergelimpang dalam tempat tinggalnya.”

Empat ayat Alquran di atas selayaknyalah mengundang manusia (khususnya Muslim) supaya melirik kasus gempa sebagai sebuah ‘ibrah (pelajaran). Sekurang-kurangnya, ada tiga hal yang bisa disaksikan.

Pertama, kasus gempa bumi tidak cuma terjadi saat ini, tetapi terjadi di periode lalu dan kemungkinan bisa terjadi kembali di masa depan.

Pengetahuan semacam itu buka kesempatan ke manusia untuk tingkatkan kehati-hatian serta mengetahui saat akan berlangsungnya gempa sebagai usaha menghindar bahaya yang lebih fatal.

Ke-2 , gempa bumi mutlak terjadi atas kehendak Yang Maha Kuasa (Allah SWT). Walau berdasarkan teori beberapa pakar dan periset karena gunung meledak atau perubahan lurus bumi dan lain-lain, semuanya tidak lain dari kehendak-Nya. Gempa bumi terjadi di luar kekuatan manusia atau makhluk yang lain.

Ke-3 , kasus gempa bumi di jaman Nabi Shaleh dan Nabi Syuaib rupanya terkait dengan sikap umat yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya. Hal ini bukanlah cuma membuat kita terpukul oleh bencana gempa, tetapi mewajibkan kita lakukan revisi diri.