Penjelasan Ilmiah Sains Tentang Gempa 7,8 Turki

15

redaksipil – Penjelasan Ilmiah Sains tentang gempa bumi hebat memiliki kekuatan 7,8 rasio Richter diikuti dua gempa kuat yang lain merusak mayoritas daerah Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023). Lebih dari 4.500 orang sudah disampaikan meninggal dalam kejadian itu.

Menurut Survey Geologi Amerika Serikat, gempa terpusat di Turki selatan (kedalaman 18 kilometer), dekat tepian utara Suriah. Persisnya, pusat gempa teridentifikasi di Propinsi Kahramanmaras, bahkan juga berasa sampai Kota Beirut di Libanon dan Kairo di Mesir.

Kenapa gempa Turki terjadi? Diambil dari situs India Today, Rabu (8/2/2023), penuturannya ialah kerak bumi terdiri dari 3 susunan, yaitu kerak, mantel, dan pokok. Bumi terbagi dalam bagian-bagian dan tempat tatap muka beberapa potongan itu disebutkan garis patahan, yang dapat bersinggungan keduanya.

Menurut beberapa periset, lurus-lempeng Bumi terus usaha untuk bergerak, tapi diikat oleh gesekan lurus yang berdekatan. Pada saat tertentu, saat kemelut menimbun, lurusan-lempengan itu sama-sama berpapasan secara cepat, melepas energi besar.

Gempa hebat di Turki-Suriah terjadi saat satu lurus bergerak ke arah barat sementara lainnya bergerak ke arah timur, lalu sama-sama membentak. Beberapa pakar menjelaskan gempa itu ialah gempa strike-slip, yaitu dua lurus tektonik melaju keduanya secara horizontal.

Penjelasan Ilmiah Sains
Penjelasan Ilmiah Sains

Turki dan sekelilingnya rawan pada gempa tipe itu sepanjang beratus-ratus tahun karena ada garis patahan di bawah daerahnya. Gempa Senin lalu juga terjadi di wilayah seismik aktif yang dikenali sebagai zone patahan Anatolia timur, yang di periode lalu sempat juga jadi lokasi gempa bumi hebat.

Pada Januari 2020, Turki sebelumnya pernah dirundung gempa bumi memiliki kekuatan 6,7 rasio Richter yang mengakibatkan kerusakan berarti pada bagian timur negara tersebut. Pada 1999, gempa memiliki kekuatan 7,4 rasio Richter menerpa dekat Istanbul, tewaskan sekitaran 18 ribu orang.

Gempa Turki jadi demikian mematikan karena terjadi di dekat wilayah padat warga. Pusat gempa tidak jauh dari Kota Gaziantep, salah satunya ibukota propinsi di Turki. Wilayah yang terserang imbas terhitung permukiman dengan beragam bangunan yang rawan.

Karena wilayah itu tidak dirundung gempa besar lebih dari satu era, persiapannya pada musibah termasuk rendah. Begitupun kredibilitas sistematis bangunan tingkat tinggi. Beberapa petinggi memberikan laporan beberapa ribu bangunan roboh sesudah gempa.

Bahkan juga, ada bangunan yang lantai atasnya langsung jatuh ke lantai bawah, pertanda jika bangunan tidak bisa mempernyerap guncangan. Dalam pada itu, dengan garis patahan sama seperti yang berada di Turki, tidak ada langkah untuk meramalkan gempa. Beberapa periset sudah lama mengingatkan jika perkiraan aktifnya garis patahan relatif susah.