Penangkapan Debt Collector Bentak Polisi

13

redaksipil – Penangkapan debt collector yang maki sampai gertak anggota polisi sekarang diamankan polisi di Jakarta. Sudah diketahui, anggota polisi digertak debt collector saat menarik paksakan mobil selebgram Clara Shinta karena tidak ingin dibawa ke polsek paling dekat. Peristiwa itu terjadi di teritori Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel).

Tindak lanjuti kasus itu, Polda Metro Jaya bergerak lakukan penangkapan pada beberapa debt collector yang gertak polisi anggota Bhabinkamtibmas itu. Sekarang, beberapa debt collector berhadil diamankan polisi.

3 Debt Collector Gertak Polisi Diamankan

Direktorat Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya bergerak tindak lanjuti trendingnya kasus debt collector maki yang memikat paksakan mobil punya Clara Shinta yang berbuntut anggota Bhabinkamtibmas digertak-bentak. Keseluruhan ada tiga orang debt collector sekarang sudah diamankan.

“Ya ada yang telah kita amankan. Dan akan selekasnya kita launching,” tutur Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam penjelasannya, Rabu (22/2/2023).

“Satu aktor kita kejar sampai ke Saparua Ambon,” tegas Hengki.

Diterangkan olehnya, debt collector tidak dibetulkan lakukan perampasan kendaraan di jalan. Karena, penarikan kendaraan ditata dalam UU Fidusia (UU No. 42 Tahun 1999).

Maka dari itu, debt collector tidak dibolehkan lakukan tindakan main cegat, sikat, atau merebut kendaraan di jalan tanpa melalui proses yang berjalan.

“Tidak ada hak pelaksana eksekusiial untuk debt collector jika tidak ada persetujuan di antara debitur dan kreditur, dan debitur menampik memberikan kendaraannya. Oleh karena itu hal itu harus lewat penentuan pengadilan, dalam kata lain jangan diambil paksakan,” ucapnya.

7 Preman Ikut Sukses Diamankan Polisi

Selainnya 3 debt collector gertak polisi itu diamankan, faksi kepolisian sudah tangkap 7 preman. Mereka berasal dari 2 barisan.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menjelaskan tanggapan cepat ini sama sesuai perintah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Faksinya memperjelas jika tidak memberi tempat untuk aktor premanisme.

Penangkapan Debt Collector
Penangkapan Debt Collector

“Negara jangan kalah dari tindakan premanisme. Kita akan tangkap, kita kejar, dan kita tindak keras tiap tindakan aksi premanisme di DKI Jakarta,” tegas Hengki.

Pengacara Protes masalah Penangkapan Debt Collector

Firdaus Oiwobo yang akui sebagai advokat beberapa debt collector gertak polisi itu protes akan penangkapan itu. Menurut dia, beberapa debt collector saat itu sedang melakukan pekerjaan secara benar.

“Debt collector sedang jalankan pekerjaannya sebagai debt collector, jalankan program jasa penagihan yang sudah dilakukan oleh perusahaan mereka, perusahaan penagihan,” kata Firdaus saat dikontak reporter, Kamis (23/2).

Menurut Firdaus, panggilan preman yang dipasangkan ke debt collector itu salah. Karena, alasan ia, debt collector terhimpun sebagai pegawai pada suatu perusahaan.

“Karena debt collector ini sah, perusahaannya terang, diproteksi Undang-undang dan sebagainya. Maknanya di sini debt collector bukan preman,” katanya.

Firdaus menambah, perlakuan yang sudah dilakukan debt collector saat ambil kendaraan yang menunggak angsuran telah betul ada. Perlakuan itu, lanjut ia, telah sesuai Pasal 15 UU Fidusia.

Debt Collector Mengancam Polisikan Kembali Clara Shinta

Disamping itu, advokat faksi debt collector memberikan ancaman memberikan laporan kembali Clara Shinta. Firdaus Oiwobo menjelaskan laporan Clara salah dan bikin rugi client-nya. Ia minta polisi hentikan penyidikan laporan Clara Shinta.

“Ini telah sumir, telah kabur kemampuan hukumnya, telah kurang kuat. Saya memberi anjuran Polda Metro Jaya supaya selekasnya panggil beberapa pihak dan untuk lakukan pengecekan dan mengaitkan, lakukan gelar kasus, tutup, saya meminta SP3,” kata Firdaus saat dikontak, Kamis (23/2).

Firdaus menunjuk Clara Shinta lakukan kecurangan dalam pelaporannya pada debt collector gertak polisi, dengan lakukan pembayaran pelunasan pembayaran lebih dulu. Ini dilaksanakan untuk memuluskan pelaporannya.

Firdaus merencanakan memberikan laporan kembali Clara Shinta berkaitan pasal penipuan dan pemalsuan surat. Terhitung sangkaan pergantian plat mobil untuk menipu debt collector saat akan lakukan penarikan. Disamping itu, ia juga meminta rekondisi nama baik client-nya.

Cek berita menarik lainnya hanya di Redaksipil.com berbagai informasi terupdate dan terbaru dan viral telah kami rangkum untuk Anda.