Pembunuhan Brigadir J! Rencana yang Sangat Rapi

14

redakspil – Pembunuhan Brigadir J menurut Majelis hakim PN Jakarta Selatan memandang tersangka Ferdy Sambo sudah berencana pembunuhan Brigadir J secara rapi dan struktural. Hal tersebut dipandang dari tindakan Ferdy Sambo yang ambil kotak peluru dan memberinya ke Richard Eliezer atau Bharada E.

“Mengangsung jika karena ada afirmasi dari tersangka (Ferdy Sambo) yang tersangka kerjakan pada saksi Richard itu ditujukan supaya betul-betul tertancap dalam lubuk sanubari saksi Richard jika tindakan yang dilakukan kelak sudah diperkirakan dengan masak dan dipikir baik oleh tersangka hingga tidak ada kebimbangan untuk saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu untuk lakukan melakukan perintah tersangka,” kata Ketua Majelis Hakim. Wahyu Iman Santoso di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023).

Tanda penilaian yang lain ialah saat Sambo memerintah Richard untuk amankan senjata api sejenis HS punya Brigadir J. Disamping itu, Sambo langsung juga menyelesaikan gagasannya, sebentar sesudah Putri Candrawathi dan beberapa pengawal datang di Jakarta, dengan memerintah Kuat Ma’ruf cari Ricky Rizal dan Brigadir J.

Karena itu Hakim Wahyu mengaitkan jika Sambo betul-betul mempunyai niat untuk hilangkan nyawa Brigadir J. “Majelis hakim menyangsikan info tersangka yang mengatakan cuma memerintah saksi Richard untuk meng-cover atau menjelaskan ‘Hajar Chad’ pada waktu itu karena menurut majelis hakim hal tersebut sebagai info atau bantahan kosong semata,” katanya.

Pembunuhan Brigadir J
Pembunuhan Brigadir J

Dijumpai, Ferdy Sambo ini hari jalani sidang vonis di Pengadilan Jakarta Selatan, pada jam 09:30 WIB. Selainnya Sambo, si istri, Putri Candrawathi akan jalani sidang vonis. Persidangan ini akan didatangi oleh orangtua Brigadir J. Mereka telah pergi dari Jambi ke arah Jakarta pada Minggu (12/2/2023).

Faksi Beskal Penuntut Umum (JPU) sudah menuntut hukuman penjara sepanjang umur pada bekas Kadiv Propam Polri, karena bisa dibuktikan berencana pembunuhan Brigadir J. Disebutkan pun tidak hal yang memudahkan tindakan Sambo.

Sambo dipercaya beskal menyalahi Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sambo dipercaya menyalahi Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang No 19 Tahun 2016 mengenai Peralihan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi bisnis Electronic juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Beskal memandang tidak ada argumen pemaaf atau pembenar atas tindakan yang sudah dilakukan Sambo. Beskal mengatakan Sambo harus bertanggung jawab tindakannya. Sambo sudah sampaikan pembelaan dan mengharap divonis bebas.