Kesalahan Pemblokiran Pihak Bank Kepada Nasabah

7

redaksipil – Pemblokiran Pihak Bank mengonfirmasi masalah penutupan rekening bank punya Ilham Wahyudi , pedagang burung di Madura, Jawa Timur. KPK mengeklaim, pemicu rekening Ilham dikunci karena ada kemiripan nama dan tanggal lahir dengan salah satunya terdakwa kasus sangkaan suap dana hibah APBN Jawa timur. Yang dimana KPK sudah mengecek data tersangka tersebut dan dicocokkan dengan data korban tersebut. Sehingga pihak KPK mengambil tindakan pemblokiran rekening nasabah tersebut.

Adapun nama terdakwa yang diputuskan KPK berkaitan suap Wakil Ketua DPRD Jawa timur, Sahat Tua Simanjuntak, namanya Ilham Wahyudi (IW) alias Eeng yang disebut Koordinator Pokmas (Barisan Warga) pada kasus ini.

Karena kemiripan itu diperhitungkan terjadi kesalahan, sampai faksi bank memblok rekening Ilham yang disebut pedagang burung, bukan Ilham alias Eeng yang menjadi terdakwa. Di antara ke-2 nya cuma diperbedakan alamat tempat di identitasnya.

Walau sebenarnya kata Kepala Sisi Kabar berita KPK, Ali Fikri, faksinya telah memberi identitas komplet beberapa nama yang disuruhkan dikunci rekeningnya ke faksi bank.

“Seperti info yang kami terima, permintaan penutupan diperuntukkan pada salah satunya Bank Swasta Nasional dengan memberikan dengan jelas identitas dari beberapa pihak yang disuruhkan blokir rekeningnya,” kata Ali melalui penjelasannya, Jumat (27/1/2023).

Ditegaskan Ali, rekening Ilham Wahyudi yang disebut pedagang burung bukan faksi yang disuruhkan KPK untuk dikunci.

“Faksi yang disebutkan seperti kabar berita bukan faksi yang disuruhkan untuk dilaksanakan penutupan rekening bank oleh KPK, tetapi memang nama dan tanggal lahir sama dengan salah satunya terdakwa KPK diartikan,” terang Ali.

Modern instansi antikorupsi telah bekerjasama dengan faksi bank untuk selekasnya buka penutupan rekening Ilham.

Mencuplik dari Suarajatim.id, Ilham yang profesinya sebagai pedagang burung mengeluh rekening Bank BCA kepunyaannya dikunci.

Pemblokiran Pihak Bank
Pemblokiran Pihak Bank

Ia kebingungan, karena dianya bukan seorang karyawan negeri dan tak pernah turut serta dengan kasus sangkaan korupsi atau faksi yang terlilit hukum di KPK. Dia mengaku saldo di rekeningnya cuma sejumlah Rp dua juta.

“Kami sampaikan bila kami ini cuma masyarakat sipil, bukan petinggi atau PNS, mendadak harus bermasalah dengan KPK,” katanya. mengonfirmasi masalah penutupan rekening bank punya Ilham Wahyudi , pedagang burung di Madura, Jawa Timur. KPK mengeklaim, pemicu rekening Ilham dikunci karena ada kemiripan nama dan tanggal lahir dengan salah satunya terdakwa kasus sangkaan suap dana hibah APBN Jawa timur.

Adapun nama terdakwa yang diputuskan KPK berkaitan suap Wakil Ketua DPRD Jawa timur, Sahat Tua Simanjuntak, namanya Ilham Wahyudi (IW) alias Eeng yang disebut Koordinator Pokmas (Barisan Warga) pada kasus ini.

Karena kemiripan itu diperhitungkan terjadi kesalahan, sampai faksi bank memblok rekening Ilham yang disebut pedagang burung, bukan Ilham alias Eeng yang menjadi terdakwa. Di antara ke-2 nya cuma diperbedakan alamat tempat di identitasnya.

Walau sebenarnya kata Kepala Sisi Kabar berita KPK, Ali Fikri, faksinya telah memberi identitas komplet beberapa nama yang disuruhkan dikunci rekeningnya ke faksi bank.

“Seperti info yang kami terima, permintaan penutupan diperuntukkan pada salah satunya Bank Swasta Nasional dengan memberikan dengan jelas identitas dari beberapa pihak yang disuruhkan blokir rekeningnya,” kata Ali melalui penjelasannya, Jumat (27/1/2023).

Ditegaskan Ali, rekening Ilham Wahyudi yang disebut pedagang burung bukan faksi yang disuruhkan KPK untuk dikunci.

“Faksi yang disebutkan seperti kabar berita bukan faksi yang disuruhkan untuk dilaksanakan penutupan rekening bank oleh KPK, tetapi memang nama dan tanggal lahir sama dengan salah satunya terdakwa KPK diartikan,” terang Ali.

Modern instansi antikorupsi telah bekerjasama dengan faksi bank untuk selekasnya buka penutupan rekening Ilham.

Mencuplik dari Suarajatim.id— jaringan Suara.com, Ilham yang profesinya sebagai pedagang burung mengeluh rekening Bank BCA kepunyaannya dikunci.

Ia kebingungan, karena dianya bukan seorang karyawan negeri dan tak pernah turut serta dengan kasus sangkaan korupsi atau faksi yang terlilit hukum di KPK. Dia mengaku saldo di rekeningnya cuma sejumlah Rp dua juta.

“Kami sampaikan bila kami ini cuma masyarakat sipil, bukan petinggi atau PNS, mendadak harus bermasalah dengan KPK,” katanya.