Pelayanan Belum Maksimal, Banyak Guru Mengeluh

12

Redaksipil – Pelayanan Belum Maksimal Sesudah berlakukan pelajar-siswi enam SMA dan SMK di Kota Kupang masuk sekolah jam 05.30 Wita, sekarang gantian Dinas Pengajaran dan Kebudayaan NTT mengaplikasikan hal sama pada beberapa pegawainya mulai Senin (6/3) ini hari.

Beberapa ratus karyawan yang dipegang Kepala Dinas Linus Lusi senam dan menari jai bersama-sama di halaman kantor, yang di-claim dapat membugarkan badan saat sebelum melakukan aktivitas di meja kerja.

Kepala Dinas Pengajaran dan Kebudayaan NTT Linus Lusi menjelaskan jika masuk pagi hari ini beru pertama terjadi di NTT bahkan juga Indonesia yang diawali dari bidang pengajaran. “Ini hari saat sebelum kita melakukan aktivitas kita awali dengan senam pagi dan doa oikumene,” tutur Linus.

Linus menerangkan, peraturan masuk kantor subuh ini dilaksanakan karena banyak guru di NTT yang mengeluhkan mengenai servis belum optimal di dalam kantor yang dipegangnya. Seperti servis SK, PPG, Dikmen dan Kurikulum dan NUPK yang belum sempat diberi tanda tangan.

Pelayanan Belum Maksimal
Pelayanan Belum Maksimal

Kebijakan Bakal Dievaluasi

Menurut Linus, hal yang terpenting diaplikasikannya masuk kantor subuh untuk memberikan dukungan pergerakan pelajar-siswi sekolah jam 05.30 Wita, yang telah diawali SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 6 Kupang.

“Kita ialah pergerakan paling depan dalam membingkai pergerakan ini. Kita bisa berbeda opini tetapi jangan berbeda misi, karena yang membuat desain perkembangan pelajar dan sekolah dari dinas P dan K bukan di luar,” lebih Linus.

Ia mengharap semua ASN dinas Pengajaran dan Kebudayaan masih tetap berdasar tegar pada peraturan yang ditempuh hingga ada penilaian di depan. “Ada yang telat satu 2 orang kita saat ini masih mememahami, tetapi pagi hari ini benar-benar optimal,” tutup Linus.

Cek berita menarik lainnya hanya di Redaksipil.com berbagai informasi terupdate dan terbaru dan viral telah kami rangkum untuk Anda.