Pelaku Pembunuhan Wanita di Pandeglang-Banten

9

redaksipil – Pelaku pembunuhan wanita PandeglangBanten Polisi sudah amankan Pria berinisial RA (21), aktor pembunuhan seorang wanita berinisial LS (23), di Pandeglang, Banten, Jumat (10/2). Karena hanya cemburu, aktor dengan sampai hati membunuh korban dengan dicekik, dibekap dan dihajar memakai kloset wc. Tidak itu saja, aktor bawa smartphone dan netbook korban.

Tubagus Hadi Mulyana, orangtua korban minta Kepolisian berlaku obyektif, dalam tangani kasus pembunuhan putrinya itu.

“Dalam masalah ini kemungkinan saya secara individu menanggapinya, ini kan aktornya ini anak polisi itu dahulu sebagai garis bawah saya. Jika ini anak polisi, nach umumnya kurang lebih antara polisi itu sukai membuat perlindungan di antara keluarganya. dan kita harap maka dari itu agar kita tidak bersuudzon, kita mengharap saya percaya polisi dapat berlaku obyektif getho,” kata Tubagus Hadi ke reporter, Minggu (12/2).

Tubagus yang disebut wakil ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Banten mengharap Kepolisian berlaku obyektif, tidak menyaksikan karena hubungan kedekatan rasa keluarga kepolisian.

“Keinginan kita khususnya polisi bisa berlaku obyektif, tidak menyaksikan karena hubungan kedekatan rasa keluarga kepolisiannya getho loh yah,” katanya.

Ia minta kepolisian mengaplikasikan pasal sama sesuai bukti-bukti dan bukti-bukti yang didapat.

“Tolong polisi berlaku obyektif menerangkan bukti dan bukti yang terdapat, jadi dalam implementasi tuntutan hukumnya. Itu saja kami harap, kami minta dengan sangat benar-benar, kami minta polisi tempatkan pasal yang sesuai bukti dan bukti yang ditemukan,” berharap Tubagus.

Tubagus memandang Kepolisian tergesa-gesa dalam mengaplikasikan pasal yang menangkap terdakwa. Menurut dia itu semua ringkasan sementara yang cuma baru dengar info terdakwa, belum mengungkit bukti dan beragam bukti yang diketemukan.

“Saya berpikir tidak pas, karena berpikir polisi terlampau tergesa-gesa, karena ia telah ramai memang di mana saja polisi mengaplikasikan pasal 338/351 jika tidak salah yah. Nach itu kan pasal jika simak dari ininya, itu kan ringkasan sementara dari pengecekan dari terdakwa saja, saksi saksi lain dan bukti bukti lain belum diungkit itu,” terangnya.

Bahkan juga di saat polisi memakai pasal yang menangkap terdakwa, hasil autopsi dari rumah sakit belum keluar, dan saksi-saksi belum dicheck.

Pelaku Pembunuhan Wanita
Pelaku Pembunuhan Wanita

“saya berpikir ini, itu keliatannya faksi kepolisian terlampau tergesa-gesa membunyikan bahasa pasal yang dilanggarnya karena hasil autopsi belum diterima. Saksi-saksi belum dicheck, kok telah berani menjelaskan pasal yang dilanggarnya, karena hanya info terdakwa,” katanya.

Tubagus mengutarakan, Polisi tidak mengutarakan ada beberapa barang korban yang dibawa aktor, yaitu smartphone dan netbook. Ia memandang bawa barang bernilai punya anaknya jadi tanda-tanda kuat aktor lakukan perampokan dengan kekerasan pada putrinya.

“Nach itu yang menjadi masalahnya, kok polisi tidak ingin saksikan ada tas isi netbook dan smartphone dan KTP. Kayanya tas kecil yang dibawa aktor, nach itu kok jadi bahan bukti , itu kok tidak jadi bukti , itukan dapat digolongkan perampokan dengan kekerasan ,” ujarnya.

Dikabarkan sebelumnya, RA yang dijumpai sebagai bekas korban akui sakit hati, karena dianya berasa sudah dikhianati.

“Sakit hati karena saya dikelabuin, dikhianati,” tutur RA saat mengekspos ungkapkan kasus di Mapolres Pandeglang, Jumat (10/2).

Aktor RA akui sudah menjalin cinta dengan korban sepanjang lima tahun. Aktor akui tidak menyiapkan pembunuhan itu, karena kloset wc  itu berada di lokasi.

“Nyaris 5 tahun. Sudah berada di sana klosetnya, refleks berada di situ tidak membawa tidak apa,” ucapnya.

Aktor akui satu hari saat sebelum bencana itu terjadi, dianya sebelumnya sempat berjumpa dengan korban untuk memberi hadiah ulang tahun.

“Selasa paling akhir bertemu memberi hadiah ulang tahun,” papar ia.

RA akui menyesal dengan tindakannya itu. Ia lakukan hal bengis itu karena gelap pemikiran karena kecewa karena korban bohong padanya.

“Menyesal, gelap (pemikiran saya). Bercekcok, permasalahan bohong getho. Ia ngomong A tahunya B,” ujarnya.