Pasutri Jual Keponakan Kerena Terdesak Ekonomi

21

redaksipil – Pasutri Jual Keponakan asal Kemiling, Bandar Lampung, sampai hati jual keponakannya sendiri ke pria hidung belang melalui Aplikasi Michat. Identitas pasutri ini masing-masing berinisial APS (24) suami dan istrinya berinisial GS (18).

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra menjelaskan, pola mereka jual sepupunya ke pria hidung belang karena keperluan ekonomi.

Dennis menjelaskan, pasutri ini awalannya mengambil program Michat memakai handphone korban. Lantas ke-2 nya mempromokan sepupunya sebagai karyawan sex komersil (PSK) lewat program itu.

Dari posting di program Michat itu, ada pria yang mengontak dan bertransaksi untuk terkait tubuh atau memakai jasa korban.

“Pada proses perundingan, mereka menetapkan harga sekali terkait mulai Rp300-800 ribu. Sesudah setuju, ke-2 nya lalu berjumpa disalah satu tempat pemondokan di Bandar Lampung,”

Pasutri Jual Keponakan
Pasutri Jual Keponakan

Kemudian, beberapa terdakwa terima uang pembayaran dari konsumen setia dan uang itu dipisah dua.

Dalam pada itu, dari info beberapa terdakwa, mereka menentang sudah jual sepupunya.

Terdakwa akui awalannya dikunjungi korban di tempat tinggalnya, lalu korban minta ditawarkan ke pria hidung belang.

“Ia tiba ke rumah, ucapnya kerap dimarahi orangtua, sehingga ia tidak kerasan di dalam rumah dan narasi ia tidak ada uang,” kata APS.

Terdakwa APS akui memasangkan biaya ke korban dimulai dari Rp250-500 ribu, lalu terdakwa APS mendapatkan porsi mulai Rp50-100 ribu. Tindakan kejahatan itu telah jalan nyaris sebulan.

Atas tindakan itu, mereka dijaring Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007, mengenai tindak pidana perdagangan orang (TPPO), terancam 15 tahun penjara.