Pabrik Senjata Iran Diserang, AS Tuding Israel!

11

redaksipil – Pabrik senjata Iran diserang di pusat perkotaan Isfahan, Iran, terserang pesawat tidak berawak (drone) pembawa bom pada Sabtu (28/1/2023) malam.Faksi berkuasa Iran menjelaskan gempuran itu mengakibatkan beberapa kerusakan di pabrik itu, sementara gempuran terjadi di tengah-tengah bertambahnya kemelut regional dan internasional yang menerpa Iran.

Merilis dari CNBC, Kementerian Pertahanan Iran tidak memberi info tentang faksi yang mana diduga melalukan gempuran itu.

Tetapi, Teheran sudah jadi target dalam gempuran pesawat tidak berawak yang diperhitungkan dilaksanakan Israel, di tengah-tengah perang bayang-bayang dengan Israel saat persetujuan nuklirnya dengan negara Barat roboh.

Dalam pada itu, kemelut bertambah dengan negara tetangganya Azerbaijan sesudah seorang pria membawa senjata serang kedutaan negara tersebut di Teheran, membunuh kepala keamanannya dan mencederai dua yang lain.

Gempuran drone di pabrik Isfahan terjadi pada Sabtu sekitaran jam 11.30 malam waktu di tempat. Kementerian Pertahanan Iran mengutarakan tiga drone dikeluarkan di pabrik itu, dengan 2 salah satunya sukses ditembak jatuh.

Gempuran itu mengakibatkan “kerusakan kecil” pada atap pabrik dan tidak mencederai siapa saja, kata kementerian itu.

Aliran tv informasi di Iran yang menggunakan bahasa Inggris, Press TV, menyiarkan sebuah video yang memperlihatkan saat pesawat tidak berawak itu menghajar sejauh Jalan Tol Imam Khomeini yang repot di Isfahan, yang menjadi satu diantara jalan ke kota Qom dan ibukota Iran, Teheran.

Sementara keramaian satu kelompok kecil orang terlihat berdiri melihat ledakan dan recikan api menghajar pabrik persenjataan yang gelap.

“Ya Tuhan! Itu drone, kan? ” sebut pria yang record video itu sekalian berteriak.

Pabrik Senjata Iran
Pabrik Senjata Iran

“Ya, itu ialah drone,” tutur yang lain, dan beberapa orang di video itu kelihatan larikan diri saat ketahui kejadian itu.

Rekaman video berkenaan gempuran itu, dan rekaman yang lain yang dikaji oleh The Associated Press, terkait dengan sebuah sarana militer di Jalan Minoo di Isfahan yang dekat sama pusat belanja yang sebiam besar jual karpet dan toko electronic.

Kementerian Pertahanan Iran cuma menyebutkan sarana militer itu sebagai “bengkel”, tanpa menguraikan apa yang dibuat dalam bangunan itu.

Sementara Isfahan, sekitaran 350 km (215 mil) dari Teheran, ialah rumah untuk pangkalan udara besar yang dibuat untuk armada jet tempur F-14 bikinan Amerika dan Pusat Riset dan Produksi Bahan Bakar Nuklir.

Berdasar laporan dari TV pemerintahan Iran pada Oktober tahun kemarin, memperlihatkan pernyataan yang di-claim oleh anggota Komala, sebuah partai oposisi Kurdi yang dikucilkan dari Iran dan saat ini tinggal di Irak, jika mereka merencanakan untuk menarget sarana kedirgantaraan militer di Isfahan sesudah dilatih oleh tubuh intelijen Mossad Israel.

Secara terpisah, TV pemerintahan Iran menjelaskan kebakaran terjadi di kilang minyak di zone industri dekat kota Tabriz pada Minggu (29/1/2023) pagi. Pemicu kebarakan itu belumlah diketahui, dan sebuah rekaman video memperlihatkan petugas pemadam kebakaran coba mematikan api. Tabriz sendiri memiliki jarak sekitaran 520 km (325 mil) dari Teheran.

TV pemerintahan Iran memberikan laporan gempa memiliki kekuatan 5,9 Rasio Richter (RC) pada Sabtu malam tewaskan 2 orang dan mencederai sekitaran 664 yang lain di wilayah perdesaan di propinsi Azerbaijan Barat dan menghancurkan bangunan di beberapa dusun.

Disamping itu, pemerintahan Iran hadapi rintangan baik dalam atau luar negeri karena persetujuan nuklirnya dengan negara Barat roboh.

Tindakan protes nasional mengguncangkan Iran semenjak kematian Mahsa Amini pada September tahun kemarin. Amini sebagai seorang wanita Kurdi-Iran yang ditahan oleh polisi kepribadian negara tersebut sesudah diperhitungkan menyalahi ketentuan kenakan pakaian wanita yang sudah jadi hukum di Republik Islam Iran semenjak 1979. Polisi kepribadian Iran menjelaskan hijab Mahsa Amini terlampau kendur.

Israel diperhitungkan memperlancar rangkaian gempuran pada Iran, terhitung gempuran pada sarana nuklir bawah tanah Natanz yang menghancurkan sentrifugalnya pada April 2021. Sementara pada 2020, Iran mempersalahkan Israel atas gempuran yang tewaskan periset nuklir militer topnya.

Kemelut bertambah di antara Azerbaijan dan Iran, karena Azerbaijan dan Armenia merebutkan daerah Nagorno-Karabakh. Iran ingin menjaga tepian sejauh 44 km (27 mil) dengan Armenia yang terkurung dataran, sebuah cara yang bisa terancam bila Azerbaijan merampas daerah baru lewat peperangan.