Modus Pinjaman Online Salah Transfer Dana

27

redaksipil – Modus pinjaman online ilegal yang disampaikan oleh Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing, meminta masyarakat lebih berhati hati dalam menggunakan jasa pinjaman online di Aplikasi manapun dan tidak sembarangan dalam mengizinkan pihak lain mengakses data pribadi Anda.

Pinjaman online ilegal baru-baru ini menjadi viral, dikarenakan menggunakan metode salah tranfer ke pihak korban dan menggunakan data pribadi Anda secara ilegal.

Seperti yang dialami salah satu korban nasabah bank Himbara, korban mengaku terkejut dengan mendapatkan transfer dana dari Perusahaan Jasa tranfer uang, yakni PT Syaftraco dengan nominal Rp.1.511.000 (Satu Juta Lima Ratus Sebelas Ribu Rupiah ).

Melalui Akun Twitter Pribadinya @indiratendi, korban menyampaikan tidak pernah sama sekali mengajukan pinjaman online di Aplikasi manapun.

“Halo.. saya tiba-tiba ditransfer uang Rp 1.511.000 dari Syaftraco. Setelah googling ternyata ini pinjaman online padahal saya ga pernah apply pinjaman apa-apa. Gimana ya? Apa uangnya bisa dikembalikan?,” tulis @indiratendi

Tongam menduga hal tersebut dilakukan oleh pinjaman online ilegal. Namun, dengan menggunakan jasa transfer dana melalui PT Syaftraco sebagai penyelenggara transfer dana yang berizin Bank Indonesia.

“Dugaan kami kegiatan tersebut dilakukan oleh pinjaman online ilegal dengan menggunakan jasa transfer dana melalui PT Syaftraco (penyelenggara transfer dana yang berizin Bank Indonesia),” kata Tongam.

Modus Pinjaman Online
Modus Pinjaman Online

Tongam menjelaskan ada beberapa kemungkinan pinjaman online ilegal tersebut bisa dilakukan yaitu, korban pernah mengakses situs web aplikasi pinjaman online ilegal dan telah input data dan memberikan akses ke seluruh kontak dan galeri meskipun dibatalkan atau pinjaman ditolak.

Kemungkinan lainnya adalah penyalahgunaan data yang telah dilakukan oknum pelaku penyebar/jual beli data, Tongam menjelaskan langkah dalam menghadapi kasus pinjaman online ilegal ini antar lain:

1. simpan dana tersebut dan saat penagihan sampaikan bahwa yang bersangkutan tidak pernah merasa meminjam dan siap mengembalikan sesuai nominal yang ditransfer.

2. Hiraukan jika ada pihak yang tidak dikenal mengaku salah transfer dan meminta mengunduh Aplikasi atau link lainnya untuk menyampaikan bukti transfer, sehingga data pribadi Anda tidak seperti kontak telepon, galeri, atau hal lainnya yang dapat merugikan Anda.

3. Hubungi pihak bank dan segera menyampaikan masalah Anda kepada pihak Costemer Servis Bank sehingga Anda akan dibantu dalam menyelesaikan masalah pinjaman online ilegal salah tranfer tersebut.

4. Lapor ke pihak polisi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut jika mendapatkan teror atau intimidasi dari pihak pinjaman online ilegal tersebut.

Cek berita menarik lainnya hanya di Redaksipil.com berbagai informasi terupdate dan terbaru dan viral telah kami rangkum untuk Anda.