Mantan Dev. SimCity Ungkap Alasan Menyedikan

15

redaksipil – Mantan Dev. SimCity sebelum SimCity Colossal Order’s Cities Skylines menduduki tahta game simulasi pembangunan kota terbaik saat ini, para penggila video game yang lahir di tahun 90-an bisa merasakan kejayaan seri SimCity dari Maxis.

Namun seperti yang kita tahu, game terakhirnya sendiri dirilis sepuluh tahun yang lalu, dan belum ada tanda-tanda game SimCity baru akan kembali, apalagi setelah Maxis sendiri bubar di suatu tempat. Lead designer Stone Librande mengaku perilisan game SimCity di tahun 2013 lalu sangat “menyedihkan”.

Salah satu alasan utama respon buruk dari game ini adalah karena SimCity mengharuskan pemain untuk “selalu online” atau terhubung ke internet, terlepas dari apakah pemain tersebut bermain solo atau tidak. Akibatnya, pemain dengan koneksi internet yang tidak stabil sering mengalami masalah selama permainan atau menjadi tidak dapat diakses jika server down.

Mantan Dev. SimCity
Mantan Dev. SimCity

Bahkan dalam beberapa minggu pertama rilis ketika orang mencoba mengakses game, dilaporkan cukup sering down. Dia berpendapat bahwa SimCity harus online setiap saat karena “keputusan desain game yang kritis”. Namun alasan utamanya sepertinya EA ingin menurunkan tingkat pembajakan dan mendorong konsumen untuk menggunakan launcher Origin.

Omong-omong, SimCity, dirilis pada 2013, muncul sebagai versi reboot dari game asli yang dirilis pada 1989. Bisa dibilang EA sendiri mengikuti trend industri video game yang saat itu mulai menghadirkan remake, remaster bahkan reboot. Tidak lama kemudian, EA menutup studio yang menyelenggarakan serial Sims tersebut. Stone Librande sendiri kini menjadi salah satu desainer di Riot Games.