Direktur Bulog Sebut Mafia Masih Berkeliaran

17

redaksipilMafia masih berkeliaran hal tersebut disebutkan langsung oleh Direktur Khusus Bulog, Budi Waseso menyebutkan penangkapan pada beberapa pelaku atau mafia beras tidak seutuhnya menuntaskan permasalahan. Dia juga memberikan seutuhnya ke Satuan tugas Pangan supaya praktik-praktik mafia yang dapat membuat peningkatan harga dapat dihindari.

Lelaki yang dekat dipanggil Buwas itu menjelaskan, pengusutan beberapa mafia oleh Satuan tugas Pangan dapat lewat cara persuasif. Yang paling penting, mereka pahami ketentuan tata niaga hukum yang berjalan di Indonesia.

“Sia-sia diamankan, ditahan, tetapi tidak tuntaskan masalah. Justru kemungkinan (permasalahannya) berkembang,” kata Buwas dalam pertemuan jurnalis di Jakarta, Kamis (2/2/2023).

Dia mengutarakan beberapa pelaku mafia selalu ada pada keadaan tertentu yang menjadi sela untuk menggali keuntungan. Seperti saat ada program kontribusi beras PPKM karena wabah Covid-19 ke warga kurang sanggup.

“Beras bantuan sosial itu terkuasai oleh mafia-mafia, itu bisa dibuktikan ada permainan tetapi terkait dengan mafia besar. Pada akhirnya terkena dan telah dijatuhi hukuman,” ucapnya.

 Mafia Masih Berkeliaran
Mafia Masih Berkeliaran

Terbaru, rumor mafia beras kembali muncul ketika harga beras yang tidak juga turun walau operasi pasar dan beras import masuk ke Indonesia semenjak tahun akhir kemarin.

Dalam pertemuan jurnalis yang diadakan pada 20 Januari 2023 lalu, Buwas menyebutkan beberapa mafia itu sebagai pedagang besar yang salurkan beras Bulog ke beberapa pedagang ketengan. Walau Bulog jual pada harga Rp 8.300 per kg, mereka jual ke retail pada harga tinggi bahkan juga di atas HET Rp 9.450 per kg.

Akhirnya, sebesar apa saja beras Bulog yang digulirkan dalam operasi pasar, harga beras tidak juga turun.

“Untuk ini telah diatasi tetapi kelak disaksikan. Ini perlu dilakukan tindakan secara hukum atau persuasif. Yang perlu itu usai masalahnya,” katanya.

Beberapa Mafia Beras memang membuat kegelisahan dalam mekanisme ekonomi Indonesia, hal itu tentu saja akan berpengaruh pada warga Indonesia apalagi tidak semua wilayah dapat mendapatkan penyuplai beras secara mudah yang terjadi karena tingkah beberapa Mafia Beras itu.

Pejabatan Pemerintahan masih menangani lanjuti kasus itu dan akan pastikan tidak ada kembali peristiwa sama yang hendak membuat warga kesusahan dalam cari bahan pangan itu.