Lonjakan Angka Nikah Remaja Muda Usia 19 Tahun

16

redaksipil – Lonjakan Angka Nikah yang perlu diberi pembelajaran dan publikasi mengenai resiko perkawinan di bawah umur 19 tahun, saat ini masih harus terus didorong di Jawa tengah, terutamanya untuk beberapa remaja wanita.

Berdasar diagram yang didapat dari Dinas Pendayagunaan Wanita Pelindungan Anak Pengaturan Warga dan Keluarga Merencanakan (DP3AP2KB) Propinsi Jawa tengah, wanita cukup memimpin angka perkawinan di bawah umur 19 tahun dalam empat tahun akhir.

Pada umumnya, data perkawinan di bawah umur 19 tahun di Jawa tengah di tahun 2018 terdaftar sekitar 3.206, dengan perincian 1.942 laki- laki dan 1.264 wanita. Data ini

Lonjakan Angka Nikah
Lonjakan Angka Nikah

memperlihatkan jumlah laki- laki yang menikah di bawah umur 19 tahun masih lumayan menguasai.

Pada tahun 2019, terjadi kenaikan dan perubahan di mana wanita lebih memimpin data perkawinan di bawah umur 19 tahun di Jawa tengah yang banyaknya capai 5.239, dengan formasi 1.513 laki- laki dan 3.726 wanita.

Begitu hal pada tahun 2020, jumlah wanitag yang menikah di bawah umur 19 tahun bertambah cukup berarti, di mana sekitar 1.671 laki- laki dan 11.301 wanita di Jawa Sedang lakukan pernikahan di bawah umur 19 tahun. Hingga penumpukan pernikahan di bawah umur 19 tahun pada masa ini capai 12.972.

 

Sementara di tahun 2021 angka pernikahan di bawah umur 19 di Jawa tengah capai sekitar 13.595, dengan formasi 1.909 laki- laki dan 11.686 wanita.

Di tahun 2021 ini lima wilayah dengan angka pernikahan di bawah umur 19 tahun paling tinggi dicatat oleh Kabupaten Cilacap dalam jumlah capai 981, Kabupaten Brebes (860), Kabupaten (841), Kabupaten Pemalang (690) dan Kabupaten Grobogan (609).

Dan di tahun 2022 telah ada pengurangan dan terdaftar sekitar 11.365 masyarakat Jawa Sedang lakukan pernikahan di bawah umur 19 tahun, dengan formasi 1.850 laki- laki dan 9.515 wanita.

Di tahun 2022 lima wilayah dengan angka pernikahan di bawah umur 19 paling tinggi ialah Kabupaten Gobogan dalam jumlah capai 808, Kabupaten Pemalang (698), Kabupaten Blora (639), Kabupaten Tangkai (636) dan Kabupaten Banjarnegara (585).

Dalam pada itu, Kota Salatiga jadi wilayah dengan angka perkawinan di bawah umur 19 tahun paling rendah, setiap dalam jumlah 28 (2021)dan sekitar 21 (2022).

Kepala DP3AP2KB Propinsi Jawa tengah, Retno Sudewi Apt MSi MM mengutarakan, di saat 2 tahun wabah Covid-19 memang terjadi kenaikan angka pernikahan di bawah umur 19 tahun di Jawa tengah.

Hingga, Pemerintahan Propinsi (Pemerintah provinsi) Jawa tengah menggalakkan kampanye dan publikasi program ‘Jo Kawin Bocah’, pada tahun awal Covid-19.

Hingga meskipun di tahun ke-2 wabah Covid-19 (2021) masih tetap ada kenaikan sedikit, tetapi angka ini mulai kelihatan alami pengurangan pada tahun 2022. “Jadi pergerakan- pergerakan yang kita kerjakan di tahun 2021 baru dapat disaksikan hasilnya di tahun 2022,” bebernya, di Semarang, Jawa tengah, Selasa (14/2).

S/d ini hari, saat ini masih terang Retno, Pemerintah provinsi Jawa tengah terus mengpayakan publikasi dan kampanye ke warga untuk menekan angka pernikahan di bawah umur 19 tahun, di beberapa baris.

Selainnya pergerakan- pergerakan, kampanye dan publikasi, usaha untuk menekan angka perkawinan di bawah umur 19 tahun dilaksanakan besam dengan stakeholder lainnya, misalkan dengan kantor Kemenag.

Di mana, Kantor Masalah Agama (KUA) di setiap wilayah tidak langsung gampang keluarkan dispensasi nikah. “Jadi tidak seluruhnya permintaan dispensasi nikah ini diterima serta lebih selective dalam keluarkan dispensasi nikah,” tegasnya.