Kronologi Elisa Dibunuh Oleh Mantan Pacar

31

redaksipil – Kronologi Elisa dibunuh , seorang mahasiswi di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten meninggal dibunuh mantan pacarnya, Riko Arizka (21) memakai kloset WC. Tak sampai disitu pelaku juga merampas Netbook dan Handphone milik korban dan dibawa kabur.

Saat sebelum menghabiskan nyawa Elisa, ke-2 nya sebelumnya sempat bercekcok. Pembunuhan Elisa ini didasari oleh pola cemburu karena Riko ketahui korban punyai pacar baru tanpa setahunya.

Baca urutan Elisa dibunuh bekas kekasih gunakan jamban di Pandeglang di bawah ini.

Urutan Pembunuhan Elisa

Jasad Elisa diketemukan di semak-semak di dekat Stadion Badak, Kecamatan Majasari pada Rabu (8/2/2023) malam. Masyarakat mendapati mayat Elisa sekitaran jam 23.00 WIB langsung disampaikan ke polisi yang sedang patroli disekitaran stadion.

Disingkap kepolisian, Riko akui membunuh Elisa karena cemburu. Awalannya Riko yang akan pulang dari menyetrum ikan di Sungai Balapunah dekat Stadion Badak Pandeglang sekitaran jam 22.00 WIB berpapasan dengan Elisa.

Riko lalu meminta Elisa untuk stop dan mengobrol. Tetapi saat itu justru terjadi bercekcok antara ke-2 nya.

Selanjutnya Riko yang emosi langsung mencekik leher Elisa dan tutup mulut korban sampai korban jatuh. Elisa sebelumnya sempat lakukan perlawanan dengan menggigit tangan Riko tetapi kalah tenaga.

Saat Elisa lemas, Riko memukul korban 2x dengan memakai pecahan jamban sampai leher korban alami cedera berat dan meninggal pada tempat. Riko menjelaskan pecahan jamban itu telah berada di sekitaran lokasi peristiwa.

Sesudah menghabiskan nyawa Elisa, Riko kabur dengan bawa netbook dan handphone punya korban. Dalam pada itu sepeda motor Elisa diselinapkan di semak-semak.

Pola Riko Curi Netbook dan Handphone Punya Elisa

Selesai membunuh Elisa, Riko mengambil handphone dan netbook punya korban. Saat Riko ditangkap polisi, dia tidak dapat menunjukkan pemilikan handphone dan netbook hasil curiannya itu.

Berdasar pernyataan Riko, argumennya mengambil handphone itu untuk menyaksikan isi chat di handphone Elisa. Tetapi kepolisian menyangka Riko bawa barang bernilai punya Elisa untuk hilangkan tanda bukti.

“Ia (Riko) ingin memeriksa pesan di antara sang cewek (Elisa) sama (rekan lain). Hanya jika sangkaan dalam pada itu menyengaja dibawa untuk dibuang agar tidak ada BB (barang bukti)” ungkapkan Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Shilton pada Jumat (10/2/2023).

Kronologi Elisa Dibunuh
Kronologi Elisa Dibunuh

Modern, Riko telah ditahan di Mapolres Pandeglang selesai diamankan di tempat tinggalnya yang tidak jauh dari lokasi pembunuhan. Atas tindakannya, Riko didugakan dengan Pasal 338 KUHPidana mengenai pembunuhan dengan teror optimal 15 tahun penjara.

Elisa Sebelumnya sempat Teriak Meminta Tolong

Suara pekikan minta bantuan Elisa sebelumnya sempat kedengar dengan seorang santri inisial AS disekitaran lokasi pembunuhan. AS yang bermalam di mes sekolah disekitaran lokasi pembunuhan selanjutnya menggugah partnernya inisial SH bermaksud untuk bertandang ke sumber suara.

Saat ke-2 saksi bertandang ke lokasi, Riko gercep kabur bawa sepeda motor Nmax warna biru. Riko disingkap salah ambil helm yang rupanya punya Elisa.

Di lokasi, AS dan HS menjelaskan sebelumnya sempat menyaksikan ada jamban dan kayu yang berlumuran darah dan motor Honda Beat punya Elisa.

Hubungan Cinta Riko dan Elisa

Walaupun jalinan cinta mereka sudah putus, Riko terus memburu cinta Elisa. Pada Selasa (7/2/2023) atau satu hari saat sebelum peristiwa, Riko sebelumnya sempat menghadiahkan ulang tahun untuk Elisa.

“Saat sebelum peristiwa, hari Selasa bertemu (Elisa) menghadiahkan ulang tahun,” tutur Riko di Basis Kepolisian Resort (Polres) Pandeglang pada Kamis (9/2/2023).

Riko dan Elisa sebelumnya sempat merajut jalinan cinta sepanjang 5 tahun. Mereka kekasihan semenjak duduk di kursi sekolah menengah atas (SMA).

Tetapi jalinan cinta ke-2 nya gagal. Hal tersebut yang membuat Riko sakit hati. Menurut Riko, dia sakit hati oleh sikap Elisa yang dipandang selalu bohong. “Sakit hati sukai berbohong, bicaranya mah A tidak tahu nya B. Gelap dan khilaf (membunuh), saya menyesal,” katanya.