Kisah Anjing Ajaib di Area Radiasi Nuklir

7

redaksipil – Kisah Anjing Ajaib Ledakan nuklir pembangkit listrik di Chernobyl, Pripyat, Ukraina 40 tahun kemarin saat ini masih tinggalkan cerita gelap sampai sekarang ini. Walau telah beberapa puluh tahun berakhir, Kota Pripyat saat ini masih tidak bisa ditempati manusia karena masuk ke wilayah radiasi.

Walau demikian, banyak binatang liar dan tanaman yang hidup di lokasi ini dan sekarang menjadi satu diantara cagar alam paling besar di Eropa.

Sebuah riset terkini coba cari tahu bagaimana kontaminasi radiasi nuklir itu bisa memengaruhi DNA beberapa satwa liar ini dari angkatan ke genarasi.

Seperti sejumlah anjing yang hidup di teritori itu. Banyak anjing yang diprediksi telah ada semenjak kejadian itu terjadi tetapi sampai sekarang saat ini masih berkembang biak.

Beberapa periset temukan sebuah ringkasan sementara ada ketidaksamaan genetika antara anjing itu. Periset itu memperdebatkan bagaimana paparan lingkungan bisa diturunkan sampai angkatan sekarang ini. Berikut pembahasan selengkapnya.

Satwa Liar di Area Radiasi Nuklir Chernobyl

Mencuplik situs sciencealert, Minggu (5/3) sebuah riset ungkap bukti unik dibalik cerita gelap bencana ledakan nuklir di Chernobyl, Ukraina 40 tahun kemarin.

Beberapa puluh tahun berakhir sebuah kota namanya Pripyat di Ukraina tidak lagi ditempati manusia karena jadi zone panas radioaktif. Tetapi antiknya banyak satwa liar hidup di situ seperti serigala, kuda liar, burung, bison, rusa, katak, dan anjing.

Satwa itu hidup berkeliaran di bangkai bangunan beton dan rimba yang tumbuh di lokasi itu.

Beberapa periset ungkap jika ada pengurangan komunitas burung yang lebih besar sesudah radiasi bertambah. Tetapi beberapa satwa alami perubahan genetik karena hal itu walau ada banyak pembicaraan dan kurang bukti mengenai dampak radiasi itu.

Perubahan Genetika Alami Satwa Liar

Periset Internasional coba menganalisis peluang hewan mempernyerap sebagian kecil radiasi yang dipandang tidak lagi beresiko hingga bisa mewariskan karakter genetik sampai bisa memunculkan ketidaksamaan wujud antara angkatan.

Sangkaan lain ialah hewan sudah alami babak masuk keluar zone yang tercemar secara sekian tahun sampai alami uji coba alami. Uji coba ini bisa bermanfaat untuk riset berkaitan dampak radiasi pada makhluk biologis.

Mamalia seperti anjing dan kuda jadi objek riset karena dampak radiasi pada kesehatan mereka bisa membuat cerah kita mengenai apa yang kemungkinan terjadi saat manusia pada akhirnya kembali.

Radiasi terus memancar dari tempat yang saat ini dikenali sebagai Zone Pengecualian Chernobyl, yang menghampar sekitaran 2.600 km persegi (sekitaran 1.000 mil persegi) disekitaran pembangkit listrik yang remuk.

Populasi Anjing Radiasi di Chernobyl

Riset pada komunitas anjing di Chernobyl berkaitan study genetika dengan memperbandingkan peralihan spesies memberi dasar menjawab sangkaan beberapa periset sejauh ini.

Beberapa anjing sebagai turunan hewan piaraan beberapa korban yang pindah hingga tidak dikenali berapakah jumlah komunitas yang masih ada.

Pakar Biologi dari University of South Carolina Timothy Mousseau dan partnernya dalam makalah yang diedarkan menjelaskan jika komunitas hewan itu harus ditelaah dari beragam banyak factor.

“Saat sebelum dampak radiasi pada semua genom komunitas ini bisa diisolasi dari beberapa faktor yang lain memengaruhi, demografi dan riwayat komunitas tersebut perlu dimengerti,” tulisnya.

Sekarang ini ada lebih dari 800 anjing yang hidup dalam dan sekitaran Chernobyl. Anjing itu dirawat oleh beberapa karyawan pembangkit listrik yang balik untuk menjaga sarana itu.

Perbedaan Genetika Antar Anjing

Dalam dua tahun akhir, dokter hewan CDRI kumpulkan darah dari 302 anjing di tiga komunitas. Data itu ditelaah oleh mahasiswa PhD dari University of South Carolina, Gabriella Spatola.

Spatola dan partnernya mempelajari tiga karakter dari kelimpok keluarga khusus di Chernobyl. Akhirnya mereka temukan data jika anjing itu mempunyai kekeluargaan genetik. Anjing itu beralih antara lokasi, hidup bersisihan keduanya, dan berkembang biak dengan bebas.

Seorang periset namanya Mousseau menjelaskan percampuran tiga komunitas anjing di Chernobyl menunjukkan jika anjing itu telah berada di daerah Chernobyl sudah lama bahkan juga saat musibah terjadi atau awalnya.

Tipe anjing di Chernobyl berlainan dari tipe anjing umum di Eropa Timur, Asia, atau Timur tengah. Tetapi ada beberapa macam anjing kekinian seperti mastiff yang diketemukan di komunitas Chernobyl.

Menariknya beberapa anjing itu terkena radiasi dengan bermacam jenjang. Beberapa periset membuat study kembali untuk temukan variasi genetik krisis karena kejadian yang terjadi sesudah beberapa puluh tahun lingkungan tercemar.

Cek berita menarik lainnya hanya di Redaksipil.com berbagai informasi terupdate dan terbaru dan viral telah kami rangkum untuk Anda.