Kenaikan Harga Beras Oleh Pemerintah

11

redaksipil – Kenaikan harga beras telah disepakati oleh Badan Pangan Nasional ( Bapanas ) ketua Arief Prasetyo Adi bersama pelaku usaha penggilingan padi menyepakati harga pembelian gabah dan beras jelang masa panen raya padi bulan Maret 2023.

Ceiling price atau harga pembelian atas yang telah disepakati sebesar 8 sampai 9 persen dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa ceiling price telah resmi disepakati walaupun sempat mengalami krusial.

Sebab, ceiling price sendiri akan menjadi batasan dalam harga pembelian beras bagi para penggilingan padi, hal tersebut dilakukan demi menghindari harga antara penggiling besar dan kecil.

“Kesepakatan ceiling price ini sangat penting agar pada panen raya nanti tidak terjadi pembelian gabah/beras di tingkat petani dengan harga yang tidak terkendali bahkan cenderung terlalu tinggi karena persaingan bebas antar penggilingan demi mendapatkan gabah/beras,” Arief dalam keterangannya, Selasa, 21 Februari 2023.

Arief Prasetyo mengatakan dalam rapat bersama, hal tersebut telah disepakati dalam pembelian gabah kering senilai Rp 4.550 per kilogramnya dan tingkat pengilingan senilai Rp 4.650 per kilogramnya, gabah giling kering tingkat penggilingan Rp 5.700 per kilogramnya dan terakhir Beras medium di Gudang Perum Bulog Rp 9.000 per kilogramnya.

Adapun penetapan ceiling price ini mulai berlaku pada 27 Februari 2023 sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

“Ceiling price yang disepakati tersebut lebih tinggi sekitar 8 sampai 9 persen dari harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.24 Tahun 2020. Kenaikan tersebut tentunya mempertimbangan naiknya harga pokok produksi saat ini,” ujarnya.

Kenaikan Harga Beras
Kenaikan Harga Beras

Harga Beras

Sedangkan untuk harga batas bawah atau floor price pembelian gabah/beras mengacu kepada HPP yang diatur Permendag No.24 Tahun 2020, yaitu GKP Tingkat Petani Rp 4.200 per kg, GKP Tingkat Penggilingan Rp 4.250 per kg, GKG Tingkat Penggilingan Rp 5.250 per kg, dan Beras Medium di Gudang Perum Bulog Rp 8.300 per kg.

Dengan begitu, Arief menjelaskan hasil persetujuan itu sudah dikatakan ke beberapa aktor usaha penggilingan padi di Indonesia, Bulog, dan stakeholder berkaitan lewat Surat Selebaran Kepala Tubuh Pangan Nasional Nomor 47/ts.03.03/k/02/2023 mengenai Harga Batasan atas Pembelian Gabah atau Beras.

“Ini sebagai wujud loyalitas Pemerintahan bersama aktor usaha. Sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi untuk sama-sama bersinergi dan bangun dari kritis untuk Tumbuh Bersama-sama dan Bangun Lebih Kuat, Growing together, Growing Stronger,” paparnya.

Seperti dijumpai mahalnya harga beras pada sekarang ini disebabkan oleh kurangnya tersedianya gabah di atas lapangan, hingga pada sekarang ini dijumpai rerata aktor usaha penggilingan padi cuma mempunyai sekitaran 10-20 % dari keadaan normal.

Kekuatiran akan berlangsungnya persaingan perebutan gabah di periode panen raya yang bisa mengakibatkan mahalnya harga beras dan kurangnya peresapan Bulog perlu diperhitungkan untuk menghindar rugi yang semakin lebih besar, hingga usaha pengaturan inflasi perlu dilaksanakan sejak awal kali.

“Cara ini searah dengan instruksi Bapak Presiden Jokowi yang minta langsung ke NFA untuk jaga Penggiling Padi Kecil dan Menegah, agar dalam kesetimbangan memperoleh gabah pada harga lumrah dan menyiapkan Bulog sebagai offtaker menjelang Panen Raya ini,” jelasnya.

Cek berita menarik lainnya hanya di Redaksipil.com berbagai informasi terupdate dan terbaru dan viral telah kami rangkum untuk Anda.