Keluarga Brigadir Yosua Minta Hukuman Maksimal

8

redaksipil – Keluarga Brigadir Yosua dan Tim Advokasi , pastikan beberapa keluarga akan datang dalam pembacaan vonis, atau hukuman pada Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Gagasannya sidang dengan jadwal keputusan pada Ferdy Sambo dan Putri akan diadakan Senin (13/2/2023).

“Orangtua dari mendiang Yoshua (Brigadir J) akan datang esok,” kata Advokat Martin Lukas Simanjuntak, saat dikontak, Ahad (12/2/2023).

Sebagai faksi korban, kata Martin, Keluarga Brigadir J tentu saja menginginkan majelis hakim jatuhkan hukum untuk Ferdy Sambo, dan Putri Candrawathi dengan pidana seberat-beratnya.

Pada Sambo, kata Martin, Keluarga Brigadir J tidak lagi menggelora supaya majelis hakim jatuhkan pidana mati. Namun disebutkan Martin, majelis hakim cukup mengganjar tindakan bekas Kadiv Propam Polri itu dengan pidana penjara sepanjang umur.

“Pada tersangka Ferdy Sambo, kami (team advokasi) dan Keluarga Mendiang Yoshua minta hakim untuk memvonis sesuai apa yang dituntut beskal,” kata Martin.

Beskal Penuntut Umum (JPU), dalam tuntutannya memang minta majelis hakim untuk memberi hukuman Ferdy Sambo dengan pidana penjara sepanjang umur.

Keluarga Brigadir Yosua
Keluarga Brigadir Yosua

Namun pada tersangka Putri Candrawathi, keinginan Keluarga Brigadir J, supaya majelis hakim memberi hukuman di luar tuntutan beskal. JPU dalam tuntutannya pada Putri Candrawathi, minta majelis hakim cuma memberi hukuman delapan tahun penjara. Tuntutan itu menurut faksi Keluarga Brigadir J terlampau enteng.

Walau sebenarnya disebutkan Martin, beskal dalam tuntutannya sendiri memberikan keyakinan majelis hakim, jika Putri Candrawathi ialah tersangka khusus yang bisa dibuktikan sebagai penyebab, dan yang mempengaruhi suaminya yang berbuntut pada pembunuhan merencanakan Brigadir J.

“Tersangka Putri Candrawathi itu penyebab, dan yang menyebarkan niat jahat pertama kalinya ke tersangka Ferdy Sambo sebagai suaminya, dengan menjelaskan disetubuhi (oleh Brigadir J). Hingga membuat Ferdy Sambo terhasut, dan membuat rencana pembunuhan,” kata Martin.

Karenanya, menurut Martin, akan jadi tidak adil jika majelis hakim cuma memberi hukuman tersangka Putri Candrawathi sesuai tuntutan beskal sepanjang 8 tahun penjara.

“Jadi pada tersangka Ferdy Smabo, hakim bisa memvonis sama sesuai tuntutan beskal (pidana sepanjang umur). Tapi untuk tersangka Putri Candrawathi, majelis hakim supaya memvonis lebih dari tuntutan beskal. 2x lipat dari tuntutan beskal, atau 20 tahun,” kata Martin.