KeIhklasan Bharada E Kepada Mantan Tunangannya

6

redaksipil – KeIhklasan Bharada E membacakan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan beskal penuntut umum (JPU) sebagai tersangka kasus pembunuhan merencanakan pada Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Yang dimana pledoi tersebut adalah salah satu kesempatan Bharada E untuk mengutarakan pendapat pribadi sendiri.

Bharada E sampaikan permintaan maaf ke orang tuanya, keluarga Brigadir J sampai calon tunangannya, Duce Maria Angelin Kristanto atau Ling Ling. Bahkan juga, Richard akui jika dianya ikhlas bila calon tunangannya memilih untuk jalani hidup bersama pria lain.

“Saya mohon maaf ke tunangan saya, karena harus bersabar tunda gagasan pernikahan kita. Meskipun susah diucap, tetapi saya mengucapkan terima kasih atas kesabaran, kasih sayang dan perhatianmu,” kata Bharada E di ruangan persidangan, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diambil dari VIVA pada Kamis, 26 Januari 2023.

Richard sendiri menjelaskan jika dianya tidak memaksakan si pacar untuk menantinya jalani proses hukum sampai usai. Tunangannya itu dia persilahkan untuk memutuskan dalam hubungan. Menurut dia, berbahagia si pacar ialah berbahagianya juga.

KeIhklasan Bharada E
KeIhklasan Bharada E

“Kalaulah kamu harus menanti, tunggu saya jalani proses hukum ini. Kalaulah lama, saya tidak egois dengan memaksakan kamu menanti saya. Saya tulus apa saja keputusanmu, karena berbahagiamu ialah berbahagiaku ,” bebernya.

Disamping itu, Richard sampaikan permintaan maafnya ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan semua penyidik dalam kasusnya itu. Hal tersebut karena dianya yang pernah tidak akui dan berbicara jujur.

“Yang membuat saya selalu berasa bersalah dan pertentangan batin saya, hingga pada akhirnya saya bisa mendapati jalan kebenaran pada diri saya untuk ungkap dan mengatakan kejujuran,” katanya.

Selanjutnya, Richard akui tak pernah menyangka atas kejadian yang menerpanya. Ia juga selanjutnya bercerita rasa senangnya saat bisa tergabung dan dapat memberi dedikasi ke lembaga Polri. Disebutkannya, jika tidak pernah terpikir dalam dianya menjadi pengawal Ferdy Sambo, seorang polisi berpangkat jenderal bintang dua.

“Di umur saya ini, tak pernah terpikir rupanya oleh atasan di mana saya bekerja memberi dedikasi, ke seorang Jenderal berpangkat bintang dua yang benar-benar saya yakin dan hargai. Di mana saya yang cuma seorang prajurit rendah berpangkat Bharada, yang perlu patuhi pengucapan dan perintahnya,” tandas Bharada E.