Memanas ! Jelang Pemilu Antara Kubu PDIP-NasDem

5

redaksipil – Jelang Pemilu Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali memperjelas, pembongkaran cabinet atau reshuffle sebagai hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terhitung masalah penilaian pada menteri-menterinya di Kabinte Indonesia Maju.

Pengakuan Ali itu untuk menyikapi Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto yang menyebutkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang sering salah sampaikan data.

“Saya berpikir ini, satu kali lagi yang punyai hak menilai beberapa pembantu itu ialah Pak Jokowi . Maka saat ada pembantunya yang menurutku salah, ya tentulah Pak Jokowi akan memberi peringatan mengenai hal tersebut,” tutur Ali ke reporter, Senin (30/1/2023).

Selain itu, dia minta tidak ada beberapa pihak yang seolah menunjuk menteri-menteri dari Partai Nasdem saja yang memiliki masalah. Dia selanjutnya menyentuh Juliari Batubara yang terserang kasus korupsi saat memegang sebagai Menteri Sosial.

“Bagaimana dengan Kementerian Sosial tempo hari yang turut serta kasus korupsi ya kan? Apa selanjutnya kita ada meminta untuk reshuffle menukar PDIP, tidak akan?” tutur Ali.

Jelang Pemilu
Jelang Pemilu

“Karenanya, satu kali lagi itu ialah wewenang dibanding Bapak Presiden . Maka seharusnya memang kita tak perlu turut di di dalam ruangan yang bukan jadi wewenang kita, agar tidak ada keributan,” tambahnya.

Selain itu, dia percaya Jokowi tidak didikte parpol lain dalam rumor reshuffle yang tersebar beberapa hari akhir. Tegasnya satu kali lagi, pembongkaran cabinet sebagai hak prerogatif dari presiden.

“Satu kali lagi kehadiran kami, karena Pak Jokowi memandang Partai Nasdem penuhi keinginan beliau . Maka dalam konsolidasi tidak bicara transaksi bisnis, cabinet itu ialah kerja hasil bersama, Nasdem dibawa dalam cabinet,” tutur Ali.

Ihwal tatap muka di antara Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Presiden Jokowi pada Kamis (26/1/2023) lalu, Sekjen Nasdem Johnny G Plate yang Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menjelaskan, tatap muka ke-2 nya dilaksanakan untuk kebutuhan pembangunan nasional supaya lebih lancar di tengah-tengah keadaan yang penuh rintangan sekarang ini.

“Pertemuannya bagus, baik, ya untuk kebutuhan pembangunan nasional kita yang lebih lancar di tengah-tengah keadaan yang penuh rintangan,” tutur Plate di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Saat ditanyakan selanjutnya berkaitan isi tatap muka itu, Johnny malas memaparkannya. “Jika itu kan pak Surya dan bapak Presiden yang mengetahui didalamnya lah. Kelak pada mereka saja,” lebih ia.

Tatap muka di antara Jokowi dan Ketua umum Nasdem memang diadakan di tengah-tengah berembusnya rumor reshuffle atau pembongkaran cabinet yang hendak dilaksanakan. Menteri dari Partai Nasdem sendiri jadi sorotannya. Tetapi, Johnny malas menyikapi rumor itu.