Kemenkes Peringati Agar Tidak Jajan Ciki Ngebul Karena Bisa Keracunan

17
sakit perut ciki ngebul
sakit perut ciki ngebul

redaksipilKementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan orangtua tidak untuk membelikan anak-anak jajan Ciki Ngebul alias ice smoke. Pasalnya jajan ciki ngebul beresiko dan bisa memacu keracunan sampai kebocoran lambung.

Kepala Agen Komunikasi dan Servis Khalayak Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengutarakan, terdaftar ada 28 anak yang keracunan selesai makan jajan ciki ngebul. Mayoritas laporan ada di Jawa Barat, persisnya di Tasikmalaya dan Bekasi.

Anak Jajan Ciki Ngebul
Anak Jajan Ciki Ngebul

“yang di Tasikmalaya peristiwa November. Jika yang di Bekasi, peristiwanya Desember dan awalnya Januari,” kata Nadia lewat info jurnalis yang dicatat Satu Trending, Selasa (10/01/2023).

Berdasar laporan yang dia terima beberapa anak-anak alami sakit di perut, mual, muntah dan tubuh lemas selesai konsumsi jajan ciki ngebul itu. Ada yang alami infeksi usus dan beberapa organ pencernaan.

Bahkan juga ada satu anak korban Cikbul yang alami tanda-tanda berat sampai harus ditunjuk dan dirawat di rumah sakit (RS). Bocah itu alami perforasi atau lambung berlubang dan harus dioperasi.

Kemenkes Mengeluarkan Surat Selebaran Siaga Jajan Ciki Ngebul
Rerata anak yang alami keracunan jajan ciki ngebul berumur 4 sampai sepuluh tahun. Sekarang ini keadaan mereka mayoritas telah sehat.

Nadia menghimbau untuk orangtua agar memberi makanan sehat untuk anak-anaknya. Karena, anak-anak masih juga dalam periode perkembangan dan memerlukan makanan bergizi.

Jajan Ciki Ngebul Viral
Jajan Ciki Ngebul Viral

“Orangtua untuk berhati-hati dalam memberi pangan untuk anaknya. Khususnya karena anak-anak ini masih juga dalam perkembangan hingga makanan sehat bergizi lebih diprioritaskan dibanding jajan,” lebih Nadia.

Sebagai usaha penangkalan, Kemenkes telah keluarkan surat selebaran berisi perintah supaya dinas kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit memberikan laporan bila ada kasus keracunan Ciki ngebul.

Kemenkes sedang lakukan pemantauan bahan pangan. Kemenkes bekerja bersama dengan BPOM dan kepolisian menyisir beberapa penjual Chikibul dan mengecek beberapa bahan yang digunakan beberapa penjual.

” pembelajaran orangtua jika pemberian makanan ke anak-anak seharusnya yang bergizi dan diproses secara standard. Tidak jajan asal-asalan,” tutup Nadia.