Isi Pleidoi Hendra Kuriawan dan Agus Nurpatria

16

redakspil – Isi Pleidoi Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria ikut melontarkan nota berkeberatan atau pleidoi atas tuntutan 3 tahun beskal penuntut umum (JPU) dalam kasus sangkaan obstruction of justice pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dalam pleidoi yang dibacakan team penasihat hukum, ke-2 tersangka Bekas Karopaminal Divpropam Polri, Hendra Kurniawan dan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri, Agus Nurpatria mengatakan berkeberatan atas tuntutan JPU.

“Sampaikan pembelaan dengan judul tidak ada pidana, dengan perintah kedudukan dan kekhilafan bukti,” kata team penasihat hukum saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (3/2).

Team Penasihat Hukum menerangkan jika urutan ke-2 tersangka sudah termakan scenario palsu yang dibikin Bekas Kadiv Propam Polei, Ferdy Sambo dalam tutupi kematian Brigadir J.

“Kasus ini ada ke atas karena tindakan atas tersangka yakni bekas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sebagai perhatian serius oleh semua komponen warga. Yang selalu berdesing dalam telinga dan terngiang di pikiran dengan dengan istilah tembak tembak polisi di dalam rumah Kadiv Propam,” ucapnya.

“Scenario narasi dusta Ferdy Sambo atas pembunuhan bawahannya Brigadir Yosua Hutabarat tempatkan tersangka dalam pemikiran persoalan yang sebenarnya tersangka tidak ketahuinya dan tidak kurang turut serta dalam kejadian,” lebih ia

Hingga, Hendra dan Agus mengatakan jika tempatnya ialah korban penipuan yang sudah dilakukan Ferdy Sambo. Seperti sudah dia mengaku dalam persidangan kaidah di Polri dan persidangan kasus pidana yang berguling di PN Jakarta Selatan.

“Bahkan juga yang berkaitan (Ferdy Sambo) sudah membuat surat keinginan maaf, yang mana tersangka (Hendra) dan Tersangka Agus Nur Patria dan personil kepolisian yang lain tidak turut serta untuk tutupi kejadian sebetulnya atas terenggutnya nyawa Brigadir J,” terangnya.

Isi Peleidoi Hendra
Isi Peleidoi Hendra

Hingga dalam ringkasan pleidoinya, Team Penasihat Hukum minta Majelis Hakim merestui pembelaannya dengan melepaskan ke-2 tersangka. Seperti dituduh Pasal 49 jo Pasal 33 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 mengenai peralihan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi bisnis Electronic jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP seperti dalam tuduhan kesatu primair.

Awalnya, Beskal Penuntut Umum (JPU) menuntut bekas Karo Paminal Propam Polri Hendra Kurniawan 3 tahun penjara. Hendra sebagai tersangka dalam kasus perintangan penyelidikan atau obstruction of justice kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

“Jatuhkan pidana penjara pada tersangka Hendra Kurniawan sepanjang 3 tahun penjara, dikurangkan sepanjang tersangka ada dalam tahanan sementara, dengan perintah supaya tersangka masih tetap ditahan,” kata JPU dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (27/1).

Seirama dengan itu, JPU menuntut Agus Nurpatria hukuman 3 tahun penjara dalam kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Bekas Kepala Detasemen (Kaden) A Agen Paminal Seksi Karier dan Penyelamatan (Propam) Polri itu dipandang Beskal Penuntut Umum (JPU) bisa dibuktikan merintangi penyelidikan atau obstruction of justice berkaitan kematian Brigadir J.

“Jatuhkan pidana pada tersangka Agus Nurpatria dengan pidana tiga tahun penjara dikurangkan periode tahanan dan perintah supaya masih tetap ditahan,” kata JPU dalam persidangan diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (27/1).

Pidana itu dijatuhkan JPU karena Hendra dan Agus dipandang bisa dibuktikan menyalahi Pasal 49 jo Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 mengenai peralihan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi bisnis Electronic jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.