Google Pamer Chatbot AI Saingi ChatGPT

13
Google Pamer Chatbot
Google Pamer Chatbot

redaksipil – Google akan selekasnya mendemokan chatbot AI Search di tengah-tengah penekanan dari ChatGPT. Google Pamer Chatbot dan sedang sesuaikan tingkat resiko yang siap diambilnya saat mengeluarkan tehnologi itu.

Kelihatannya Google mulai kuatir dengan kedatangan ChatGPT punya OpenAI. Chatbot berbasiskan kepandaian bikinan (AI) itu sudah mengguncangkan dunia tehnologi sepanjang beberapa bulan akhir, karena bisa memberikan pemakai info yang mereka mencari dalam pola yang gampang dimengerti. Google menyaksikan ChatGPT sebagai teror untuk usaha penelusurannya dan sudah mengganti gagasan sepanjang beberapa pekan terakhir.

Laporan itu mengeklaim CEO Sundar Pichai sudah mengumumkan “code merah” dan percepat peningkatan AI. Google disampaikan siap-siap untuk memperlihatkan minimal 20 produk memiliki tenaga AI dan chatbot untuk mesin telusurnya tahun ini, dengan minimal beberapa akan dikeluarkan pada pertemuan I/O di bulan Mei.

Google Pamer Chatbot
Google Pamer Chatbot

Menurut slide deck yang disaksikan oleh The New York Times, antara project AI yang ditangani Google ialah alat pembikin gambar (gambar generation tool), versus AI Tes Kitchen yang dipertingkat (program yang dipakai untuk mengetes purwarupa), model berpenampilan green screen TikTok dan alat yang bisa hasilkan video untuk merangkum clip yang lain. Ada pula feature dengan judul Shopping Try-on (kemungkinan serupa sama yang sudah diperkembangkan Amazon), inisiator wallpaper untuk handphone Piksel, dan alat berbasiskan AI yang bisa mempermudah pengembang untuk membikin program Android.

Dikutip dari Engadget (24/1), Pichai disampaikan bawa pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin bulan kemarin untuk berjumpa dengan beberapa pimpinan sekarang ini, mengevaluasi gagasan AI dan tawarkan saran. Ke-2 nya sedikit turut serta setiap hari dengan perusahaan semenjak 2019, karena mereka konsentrasi pada project lain.

Google sudah usaha untuk percepat proses kesepakatan produk, terhitung mengecek untuk pastikan jika tehnologi yang dilakukan oleh AI itu adil dan benar. Disamping itu, perusahaan disebutkan sedang sesuaikan tingkat resiko yang siap diambilnya saat mengeluarkan tehnologi itu.

Fokus untuk demonstrasi chatbot penelusuran nampaknya meliputi keamanan, ketepatan, dan penutupan info yang keliru. Tetapi, untuk produk dan alat lain yang ditangani Google, perusahaan ini mempunyai “batasan yang lebih rendah dan akan coba mengungkung permasalahan yang terkait dengan kedengkian dan toksisitas, bahaya dan info yang keliru dibanding menghindarinya,” sama sesuai laporan Times.

Belakangan ini, Google sudah waspada saat mengeluarkan produk baru. Slide deck itu disampaikan mengatakan “hak cipta, privacy, dan antimonopoli” sebagai resiko khusus tehnologi AI. Ini disebutkan sudah menulis jika jalan keluar dibutuhkan untuk menahan materi yang diproteksi hak cipta dan menahan penebaran info identitas individu.

Sepanjang tahun-tahun ini, terjadi reaksi pada pengatasan norma AI oleh Google. Timnit Gebru dan Margaret Mitchell, dua periset norma AI terpenting, menjelaskan google mengeluarkan mereka. Gebru dan Mitchell mendakwa Google menyensor riset yang mengomentari mode evaluasi bahasa AI, terhitung kekuatiran jika mereka menyandikan bias yang diketemukan dalam data training.

Itu bisa hasilkan “mode yang menyandikan stereotip dan federasi yang merendahkan gender, ras, etnis, dan status kecacatan,” catat beberapa periset dalam sebuah makalah. Kelompok data training dapat mengikutkan info palsu. Dua periset norma terpenting yang lain tinggalkan Google awalnya tahun kemarin, sesudah keperginya Gebru dan Mitchell.

Tidak susah untuk pahami kenapa Google disebutkan dalam model cemas atas ChatGPT. Untuk satu perihal, awalnya bulan ini, laporan merekomendasikan jika Microsoft (investor OpenAI) merencanakan untuk menyatukan beberapa tehnologi yang memberikan dukungan ChatGPT ke Bing. Perusahaan menjelaskan minggu ini akan selekasnya memadukan ChatGPT ke Azure OpenAI Serviss.

Laporan terkini atas respon Google pada ChatGPT ada pas sesudah perusahaan umumkan akan menghentikan 12.000 orang. “Saya percaya mengenai kesempatan besar di muka kami karena kemampuan visi kami, nilai produk dan service kami, dan investasi awalnya kami di AI,” catat Pichai dalam nota ke staff. “Untuk tangkapnya seutuhnya, kita harus membuat opsi yang susah.”

CEO itu menambah jika perusahaan sedang siap-siap untuk ungkap “beberapa pengalaman yang serupa sekali baru untuk pemakai, pengembang, dan usaha. Kami mempunyai kesempatan besar di muka kami dengan AI di semua produk kami dan siap untuk dekati dengan berani dan bertanggungjawab.”