Google Berikan Akses Easter Egg The Last of Us

9

redaksipilGoogle berikan akses kepada para penggemar untuk dibisa diteliti lebih jauh lagi dan memberikan kesan tersendiri kepada para penggemarnya. Easter Egg The Last of Us Google Kelihatannya beberapa gamer sudah tidak asing jika cerita narasi dalam games The Last of Us kerap dinobatlan jadi yang terbaik. Sejak awalnya peluncurannya pada tahun 2013 lalu, games garapan Naughty Dog itu sanggup menarik hati beberapa gamer sekalian membuat standard baru dalam penyuguhan narasi di video games.

Google berikan akses cerita yang memikat itu membuat Sony sebagai penerbit/publisher mengadopsi games jadi sebuah seri TV. Sekarang, seri The Last of Us sudah tampil lewat platfrom HBO Max dengan tanggapan yang cukup positif. Tetapi hal itu tidak menghentikannya untuk selalu lakukan promo lewat sebuah easter egg unik yang bisa dijangkau melakui situs mesin pencari Google.

Google Search Datangkan Easter Egg The Last of Us

Google Berikan Akses
Google Berikan Akses

Easter egg unik ini bisa ada jika pemakai tuliskan “The Last of Us” di kolom search bar. Awalannya hanya seperti terlihat halaman biasa, tetapi sesudah beberapa menit akan ada tombol merah dengan gambar jamur ditengahnya. Jika di click, akan “tumbuh” untaian-untaian jamur di monitor.

Tumbuhnya untaian itu dapat dibanyakin dengan tekan kembali tombol merah. Kelihatannya tidak ada batas untuk memencetnya hingga jika dilaksanakan secara terus-terusan, nanti monitor akan disanggupi, atau dalam kata lain “terkena” oleh jamur cordyceps. Jika tertarik mencoba, easter egg ini bisa dijangkau lewat PC atau piranti mobile.

Bicara berkenaan jamur cordyceps, antiknya kembali easter egg ini akan ada dengan memasukkan kata “cordyceps” atau “cordyceps fungus” di kolom search bar. Jamur cordyceps sendiri sebagai tipe fungi parasit betulan yang menurut riset, sanggup mengontaminasi dan mengontrol otak dari serangga semut yang telah mati. Hal tersebut sebagai ide khusus dalam games atau seri TV The Last of Us.

Sutradara Seri The Last of Us HBO Ungkapkan Asal Saran Fungus Cordyceps Datang dari Jakarta

Google Berikan Akses
Google Berikan Akses

Barusan tampil sekitar 2 adegan, seri The Last of Us telah sanggup raih ketenaran tidak cuma di kelompok beberapa gamer, tetapi beberapa pencinta seri TV dan penggemar berjenis horror. Hal itu pasti karena penyuguhan penyesuaian yang autentik pada sumbernya. Bahkan juga banyak yang mengatakan jika seri ini sebagai pemecah “sumpah” penyesuaian video games yang biasanya kerap mendapatkan tanggapan yang negatif dari beberapa penggemar.

Kedatangan seri TV ini jadi perhatian untuk penggemar di tanah air. Karena seri sempat tampilkan episode penting dengan latar di Indonesia. Artis legendaris, Christine Hakim berperanan sebagai pakar mikologi yang mengutarakan jika asal penebaran infeksi jamur datang dari Jakarta.

Lewat interviu dengan Variety, Craig Mazin dan Neil Druckmann sebagai penggarap seri mengatakan jika argumen Jakarta diputuskan sebagai tempat awalnya penebaran jamur untuk memvisualisasikan keadaan daerah lain di saat pandemi meyerang. Ditambah dalam games, asal mula jamur memanglah tidak dikisahkan dengan detil hanya karena menunjukkan “playable character” sebagai pemikiran khusus.

Lewat penyesuaian seri TV memungkinkannya agar semakin meluaskan narasi dalam games lebih detil. Antiknya kembali, kebenaran penebaran jamur dikisahkan datang dari tepung, di mana kota Jakarta sendiri mempunyai tempat penggilingan tepung paling besar di dunia.

Ketenaran seri TV menjadi satu diantara yang paling sukses di mana The Last of Us sanggup raih pemirsa paling banyak ke-2 di basis HBO Max. Tidak cuma dari seri saja, tetapi keberhasilan itu menyebar ke pemasaran games yang disebutkan naik mencolok sampai lebih dari 200%. Semoga saja ini sanggup jadi evaluasi untuk penyesuaian video games yang lain supaya tidak lagi dilihat jelek oleh umum.