Pleidoi Ferdy Sambo Dituduh Sebagai Bandar Judi, Selingkuh, LGBT

16

redaksipil – Ferdy Sambo dituduh sebagai bandar judi, selingkuh, LGBT, tersangka Ferdy Sambo ungkap rasa kecewanya atas dakwaan atau ‘bully’ yang dilemparkan khalayak pada dianya. Seakan menjadikan sebagai penjahat paling besar sejauh riwayat manusia. Kecewanya terhadap halĀ  tersebut lantaran tidak ada penilaian yang diberikan kepadanya atas apa yang telah dia abdikan kepada Polri dan Indonesia.

Kekesalan itu dikirimkan Ferdy Sambo dalam nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan sepanjang umur yang disuruhkan beskal penuntut umum (JPU) dalam kasus pembunuhan sangkaan pembunuhan merencanakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Seperti tidak ada yang bisa lagi FS lakukan atas tuduhan tersebut kepada diri,meskipun tuduhan tersebut tidaklah benar menurut dirinya.

“Semenjak awalnya saya ditaruh sebagai terperiksa dalam kasus ini, bermacam dakwaan sudah ditebarluaskan pada media dan warga. Seakan saya ialah penjahat paling besar sejauh riwayat manusia,” kata Sambo dalam pleidoi pribadinya, saat sidang di PN Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Menurut dia sejak jadi terdakwa dalam kasus ini dan mengaku dusta scenario palsu yang pernah dibikinnya, bermacam ‘bully’ tidak fundamental mengarah padanya dan keluarganya.

“Saya sudah didakwa secara sadis lakukan penganiayaan pada mendiang Yosua dari sejak Magelang, begitupun tuduhan sebagai bandar narkoba dan judi, lakukan perselingkuhan dan menikah siri dengan beberapa wanita, lakukan LGBT,” bebernya.

Bunker Sarat dengan Uang

Ferdy Sambo Dituduh
Ferdy Sambo Dituduh

“Mempunyai bunker yang sarat dengan uang, s/d peletakan uang beberapa ratus triliun dalam. Rekening atas nama Yosua, yang keseluruhnya ialah tidak betul dan sudah menyengaja ditebarkan untuk membawa penilaian yang menakutkan pada diri saya,” lebih ia.

Hingga, Bekas Kadiv Propam Polri itu melihat dengan bermacam dakwaan yang menerpanya. Membuat penglihatan dianya pantas mendapatkan hukuman terberat tanpa perlu dengar dan menimbang keterangan dari tersangka.

Bahkan juga pada awal sidang Team Penasihat Hukumnya pernah memperlihatkan sebuah video trending dalam masyarakat yang memvisualisasikan acara eksekusi mati pada diri saya sebagai tersangka. Walau sebenarnya persidanganpun sedang berjalan dan jauh dari keputusan pengadilan.

“Kelihatannya, beragam konsep hukum itu sudah ditinggal dalam kasus di mana saya duduk sebagai tersangka,” sebut Sambo.

Tuntutan Seumur Hidup Ferdy Sambo
Awalnya tersangka Ferdy Sambo dituntut penjara sepanjang umur dalam kasus pembunuhan merencanakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J oleh Beskal Penuntut Umum (JPU).

“Jatuhkan pidana pada tersangka dengan pidana sepanjang umur,” kata Beskal saat saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/1).

Sambo dipandang sudah berencana pembunuhan pada Brigadir J di Jl Duren Tiga No 46, Kompleks Polri, pada 8 Juli 2022. Hingga dia dijaring dengan pasal Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP berkaitan pembunuhan merencanakan.

Dalam pemikirannya, JPU sampaikan hal yang memperberat untuk Sambo dalam kasus meninggalnya Brigadir J. Jika tindakan Sambo menyebabkan lenyapnya nyawa dan duka yang dalam untuk keluarganya Brigadir J.

Disamping itu, JPU memandang Bekas Kadiv Propam Polri itu sepanjang persidangan berbelit dan tidak mengaku tindakannya saat memberi info.

“Karena tindakan tersangka memunculkan kegelisahan dan keributan yang luas dalam masyarakat, tindakan tersangka tidak selayaknya dilaksanakan dalam posisinya sebagai aparat penegak hukum dan pejabat Polri,” tutur beskal.

“Tindakan tersangka sudah mencoret lembaga Polri di mata warga Indonesia dan dunia internasional, tindakan tersangka sudah mengakibatkan jumlahnya anggota Polri yang lain ikut turut serta.”

Sementara untuk beberapa hal yang memudahkan untuk Tersangka Ferdy Sambo, Beskal memperjelas tidak ada.

“Beberapa hal memudahkan, tidak ada,” tegas JPU.