3 Korban Terluka Usai Demo Dikantor Arema FC

13

redaksipil – Demo dikantor Arema FC yang ditangani oleh Polresta Malang Kota mengatakan 3 orang alami beberapa luka karena serangan Kantor Arema FC. Sekarang ini beberapa korban sudah dievakuasi dan memperoleh pengatasan klinis. Belum diketahui pasti apa penyebab terjadinya kericuhan tersebut,pasalnya para support meminta izin kepada pihak polisi hanya untuk menempel stiker dan beberapa baliho saja sebagai support Arema.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, 3 orang yang cedera terbagi dalam masyarakat sekitaran dan 2 orang penjaga di Kantor Arema FC.

“Sementara teridentifikasi tiga yang cedera, yang telah diatasi klinis,” tegas Kombes Pol Budi Hermanto di lokasi, Minggu (29/1).

Petugas kepolisian dari Polresta Malang Kota berjaga-jaga dan lakukan olah tempat peristiwa kasus (TKP) saat serangan Kantor Arema FC. Polisi lakukan penyelamatan korban dan inventarisir pada kerusakan di lokasi.

“Info satu masyarakat sekitaran dan dua dari faksi Arema FC,” tegasnya menambah.

Budi sayangkan berlangsungnya serangan Kantor Arema FC di Jalan Panjaitan Kota Malang. Serangan dilaksanakan oleh beberapa massa yang melangsungkan tindakan tuntutan di muka Kantor Arema FC.

Demo dikantor Arema
Demo dikantor Arema

“Pokoknya kami Polresta Malang sayangkan ada serangan kantor Arema FC ini,” jelasnya.

Polresta Malang akui sudah mendapatkan pernyataan aktivitas tindakan massa yang terjadi di muka Kantor Arema FC. Karena seperti tindakan awalnya, massa melekat stiker tuntutan di Kantor Arema.

“Memang pernyataan aktivitas tindakan oleh rekan-rekan telah kita sampaikan. Kita kerjakan pendekatan seperti beberapa lalu, tindakan cuma tempelkan stiker, leaflet di kantor Arema,” urainya.

“Tetapi ini dilaksanakan langsung serangan, karena itu ini kami yang jelas dari Polresta, kami akan penyelamatan pada korban cedera,” ucapnya.

Tindakan demo di muka Kandang Singa atau Kantor Arema FC Malang usai kacau. Tindakan massa diwarnai kemelut, saat sebelum selanjutnya terjadi pengrusakan Kantor di Jalan Mayjend Panjaitan 42 Kota Malang.

Lemparan batu-batuan oleh massa membuat Official Toko Arema porak-poranda. Ruangan bangunan etalase itu pecah dengan kaca berantakan, demikian juga merchandise yang dipampang didalamnya.