Cuaca Ekstrem Nataru, Bandara Soekarno-Hatta Siagakan Pos Komando Bergerak

11
Bandara Soekarno-Hatta Siagakan Pos Komando

Tangerang – Pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyiagakan Mobile Command Post (MCP) sebagai pos komando bergerak menghadapi cuaca ekstrem pada periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Vice President of Corporate Communications PT Angkasa Pura II  Cin Asmoro mengatakan dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem pada periode Nataru, Bandara Soekarno-Hatta diperkuat tim Emergency Operation Center. Tim ini menyatu dengan gedung Airport Operation Control Center (AOCC).

“Diperkuat Mobile Command Post (MCP) sebagai pos komando bergerak guna merespons cepat suatu keadaan darurat,” ujarnya di Tangerang, Kamis, 29 Desember 2022.

Cin Asmoro menjelaskan, Mobile Command Post adalah bus berukuran besar dengan 10 roda. Kendaraan tersebut bisa bertranformasi menjadi suatu pos komando. Badan bus dapat dilebarkan agar ruangan di dalam lebih luas.

“MCP dilengkapi dengan berbagai perangkat teknologi dan komunikasi terkini sebagai pusat komando, komunikasi, koordinasi dan pengambilan keputusan di lapangan ketika terjadi keadaan darurat,” ujar Cin Asmoro.

Selain itu, AP II secara berkala melakukan pengecekan terhadap keandalan infrastruktur dan fasilitas di sisi udara.

“Sisi udara dan sisi darat menjadi prioritas. Di sisi udara dilakukan inspeksi terhadap kekesatan runway, taxiway dan apron serta fasilitas sisi udara. Pengecekan dilakukan juga terhadap sistem drainase bandara.”

Sebagai bentuk kesiagaan, Cin Asmoro menambahkan, semua bandara AP II juga siap mengaktifkan  Emergency Response Plan sebagai prosedur apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Prosedur Emergency Response Plan di antaranya adalah pengaktifan Emergency Operation Center sebagai lokasi terpusat bagi para stakeholder untuk berkoordinasi dalam penanganan keadaan darurat.

Koordinasi di Emergency Operation Center akan melibatkan personel dari seluruh stakeholder yang berkolaborasi di dalam tim khusus yakni Safety Issue Team dan Safety Action Group.

Beranda
Metro
Cuaca Ekstrem Nataru, Bandara Soekarno-Hatta Siagakan Pos Komando Bergerak
Reporter
Joniansyah (Kontributor)
Editor
Clara Maria Tjandra Dewi H.
Kamis, 29 Desember 2022 08:46 WIB

Papan jadwal kedatangan pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 2 Januari 2022. Jumlah penumpang dari luar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta selama 2021 turun dibanding tahun 2020 yang sebanyak 1.365.916 orang. ANTARA/Fauzan

TEMPO.CO, Tangerang – Pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyiagakan Mobile Command Post (MCP) sebagai pos komando bergerak menghadapi cuaca ekstrem pada periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Vice President of Corporate Communications PT Angkasa Pura II  Cin Asmoro mengatakan dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem pada periode Nataru, Bandara Soekarno-Hatta diperkuat tim Emergency Operation Center. Tim ini menyatu dengan gedung Airport Operation Control Center (AOCC).

“Diperkuat Mobile Command Post (MCP) sebagai pos komando bergerak guna merespons cepat suatu keadaan darurat,” ujarnya di Tangerang, Kamis, 29 Desember 2022.

Apa peran Ferdi Sambo dalam kasus
Tambang Ilegal Kalimantan?
Baca Sekarang
Cin Asmoro menjelaskan, Mobile Command Post adalah bus berukuran besar dengan 10 roda. Kendaraan tersebut bisa bertranformasi menjadi suatu pos komando. Badan bus dapat dilebarkan agar ruangan di dalam lebih luas.

“MCP dilengkapi dengan berbagai perangkat teknologi dan komunikasi terkini sebagai pusat komando, komunikasi, koordinasi dan pengambilan keputusan di lapangan ketika terjadi keadaan darurat,” ujar Cin Asmoro.

Selain itu, AP II secara berkala melakukan pengecekan terhadap keandalan infrastruktur dan fasilitas di sisi udara.

“Sisi udara dan sisi darat menjadi prioritas. Di sisi udara dilakukan inspeksi terhadap kekesatan runway, taxiway dan apron serta fasilitas sisi udara. Pengecekan dilakukan juga terhadap sistem drainase bandara.”

Sebagai bentuk kesiagaan, Cin Asmoro menambahkan, semua bandara AP II juga siap mengaktifkan  Emergency Response Plan sebagai prosedur apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Prosedur Emergency Response Plan di antaranya adalah pengaktifan Emergency Operation Center sebagai lokasi terpusat bagi para stakeholder untuk berkoordinasi dalam penanganan keadaan darurat.

Koordinasi di Emergency Operation Center akan melibatkan personel dari seluruh stakeholder yang berkolaborasi di dalam tim khusus yakni Safety Issue Team dan Safety Action Group.

“Pembentukan Safety Action Group melibatkan antara lain stakeholder di bandara seperti maskapai dan instansi terkait yakni pemerintah daerah, BNPB, SAR dan lain sebagainya untuk membahas tindakan langsung terkait penanganan keadaan darurat,” kata Cin Asmoro.

Langkah antisipasi ini dlakukan PT Angkasa Pura II menindaklanjuti informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan potensi hujan dengan intensitas signifikan pada 27 Desember 2022 – 2 Januari 2023.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya pada 27 Desember 2022 menuturkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di sebagian wilayah: Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT.

Cin Asmoro mengatakan  keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi fokus utama perseroan dan seluruh stakeholder.

Selaku operator Bandara, kata Cin Asmoro, AP II  bersama Otoritas Bandara Kementerian Perhubungan, maskapai penerbangan, AirNav Indonesia selaku penyedia jasa navigasi penerbangan, dan stakeholder lainnya berkoordinasi dalam mengantisipasi cuaca ekstrem sebagaimana informasi yang disampaikan BMKG.

“Di samping aspek pelayanan, fokus bandara AP II juga pada aspek keselamatan dan keamanan penerbangan khususnya mengantisipasi potensi cuaca ekstrem,” ujarnya.