ChatGPT, Chatbot Menjadi Trending di Dunia

7

redaksipil – Semenjak launching chatbot menjadi trending ke khalayak bulan November lalu, kedatangan ChatGPT bak ombak besar yang hendak terjang siapa saja yang tidak siaga padanya. Terjang yang diartikan ialah persiapan tipe AI semacam ini akan semakin berkembang dan tidak tertahan. Perlukah kita berasa siaga akan tehnologi semacam ini?

Paragraf pembuka di atas kemungkinan kedengar ‘agak’ muram. Tentu saja tidak dapat disangkal tehnologi yang tidak kita kenali itu ialah sebuah momok menakutkan. Pertimbangan semacam itu sudah tertancap pada diri manusia hasil evolusi juta-an tahun kemarin. Tetapi pasti belum telat untuk mengenali suatu hal yang baru, ‘bukan? Agar tidak makin ingin tahu silahkan kita ulik bersama AI apa yang terkenal ini.

Apa Itu ChatGPT dan Siapa penciptanya?

Chatbot Menjadi Trending
Chatbot Menjadi Trending

ChatGPT atau nama panjangnya Generative Pre-Trained Transformer ialah secara fundamentalnya sebuah chatbot. Keterangan lebih awamnya kembali ialah sebuah software yang dilatih untuk dapat mengadakan pembicaraan seperti sedang bicara pada manusia. Dipadankan dengan Artificial Intelligence yang dibikin oleh OpenAI, karena sebagai generative AI, ChatGPT dapat hasilkan content sendiri terutamanya ialah text.

Saat sebelum mengulas lebih jauh, kemungkinan kita harus flashback dan mengenali sedikit latar belakang pembuatnya. Perusahaannya sendiri dibangun oleh Sam Altman dan Elon Musk pada tahun 2015. Beberapa saat selanjutnya CEO Twitter itu mundur dan cenderung pilih konsentrasi pada usaha mobil listriknya, Tesla.

Kalian kemungkinan mengenali DALL-E yang telah datang beberapa waktu kemarin. Sebuah program yang dapat hasilkan gambar cuma memakai beberapa perintah (yang disebutkan prompt). Produk DALL-E ini adalah bikinan OpenAI.

Produk mereka yang lain ialah GPT. Sesuai yang kita mengenal, GPT ialah AI yang fokus pada text saja. Sekarang ini telah terwujud sampai 3 angkatan dan ChatGPT sendiri memakai versus GPT-3.5.

Jadi Perhatian Raksasa Tehnologi Microsoft

Chatbot Menjadi Trending
Chatbot Menjadi Trending

Ketenaran software ini tidak dapat dianggap remeh. Dalam 5 hari semenjak di-launching saja telah menggandeng 1 juta pemakai yang bahkan juga membuat mereka wajib melakukan pengembangan server. Kekuatan ini dipandang besar oleh beberapa faksi, satu diantaranya ialah Microsoft.

Raksasa tehnologi Microsoft telah mengucurkan dana sejumlah 1 Miliar dolar AS untuk melakukan investasi pada OpenAI pada tahun 2019. Belakangan ini Microsoft umumkan akan menambahkan jumlah investasi mereka yang sejumlah bermiliar-miliar dan perpanjang kerja sama mereka dengan OpenAI.

Microsoft mengikhlaskan service komputasi cloud mereka, Azure untuk dipakai oleh OpenAI dalam meningkatkan AI ke lebih jauh kembali. Raksasa tehnologi itu bahkan juga akan memakai service ChatGPT di mesin pencari Bing punya mereka.

Sebetulnya ada banyak alami language AI semacam tetapi tidak ada yang sanggup punyai perform sebaik ini. Microsoft sendiri pernah coba membuat sendiri AI semacam ini namanya Tay dan usai mengenaskan cuma dalam kurun waktu 16 jam semenjak keberadaannya.

Facebook sempat juga membuat BlenderBot yang tidak memiliki nasib baik. Ke-2 AI ini punyai permasalahan yang serupa, yakni tidak ada moderasi atas content yang dibuat pada babak pelatihan AI itu.

Ini yang membandingkannya dengan chatbot bikinan OpenAI. Permasalahan itu dapat dimitigasi oleh mereka dengan berlakukan moderasi bila ada content yang berlawanan dengan ketetapan mereka . Maka walau belum prima, minimal permasalahan seperti perintisnya dapat dijauhi sebisa mungkin.

Kedahsyatan dan Kekurangan ChatGPT

Chatbot Menjadi Trending
Chatbot Menjadi Trending

Bila ditanyakan berapa luar biasanya software itu, AI satu ini bisa tuliskan puisi, menulis esai, sampai ditunjuk dapat gantikan Google sebagai mesin perayap karena nyaris dapat menjawab semua pertanyaan. Tidak kurang lebih jawaban yang diberi tidak cuma sekedar jawaban pendek tetapi cukup mendalam.

Faedah yang dirasa langsung pasti memudahkan performa. Penulis artikel tidak perlu cari rekomendasi dengan menyelam di dalam beberapa puluh atau beberapa ratus situs untuk memperoleh info tepat. Itu bila kita beranggapan info yang didapatkan tidak rancu.

Nach itu ialah masalah kelebihan, tapi bagaimana dengan kekurangannya? Sebetulnya beberapa ada yang jadi perhatian beragam faksi. Tidak saja masalah ChatGPT tapi memang Artificial Intelligence keseluruhannya.

Sama seperti yang telah ditakutkan oleh beragam faksi, software AI pasti dapat dipakai untuk lakukan hal jelek. Anak sekolah dapat memakai program ini untuk menjiplak jawaban, sampai programmer yang dapat minta software itu untuk tuliskan coding.

Pemakaian AI secara tidak benar dapat menjadi permasalahannya tertentu, sama dalam kasus Midjourney beberapa lalu yang memakai kreasi seni seseorang untuk latih AI mereka.

Itu barusan sedikit contoh kasus enteng. Ada banyak pemakai yang bahkan juga dapat mem-bypass moderasi content dan cari hal yang bau kriminil (seperti membuat peledak).

Tehnologi Artificial Intelligence ini seperti pedang bermata dua. Selainnya dapat dipakai dalam menolong kerja manusia supaya lebih efektif, ada beberapa hal yang dapat digunakan oleh kriminil dan berbuntut bikin rugi seseorang.

Disamping itu masih tetap ada kekurangan lain seperti info yang dipakai untuk lakukan pelatihan pada AI ini masih memakai info berdasar tahun 2021. Pasti informasi-informasi terkini tidak berkaitan dengan info yang dijumpai AI ini . Maka ya dapat disebutkan AI ini belum terlampau up-date berkaitan hal yang terjadi di dunia untuk 2 tahun akhir.

Walaupun saat ini pemakaian software ini masih digratiskan, nantinya pemakai kemungkinan harus bayar untuk terhubung AI itu. Faksi OpenAI menarget 42 dollar AS /bulan menurut isu yang tersebar.