Bunuh Mantan Pacar Pakai Kloset Hingga Hancur

21

redaksipil – Bunuh mantan pacar yang menjadikan seorang gadis muda, Elisa (21), yang dibunuh oleh bekas kekasihnya, Riko Arizka (23) di Pandeglang, Banten, dipandang Komnas Wanita sebagai tindakan femisida. Persisnya, femisida intim yang sudah dilakukan oleh orang paling dekat.

“Kasus pembunuhan pada LS (Elisa) termasuk femisida oleh pasangan intim,” kata Komisioner Komnas Wanita Rainy Hutabarat ke reporter, Jumat (10/2/2023).

Elisa sendiri dijumpai meninggal selesai dihajar oleh bekasnya memakai jamban. Mereka awalnya diperhitungkan sebelumnya sempat bercekcok. Di lain sisi, apakah itu femisida yang disebutkan oleh Komnas Wanita berkaitan kasus pembunuhan ini?

Apa Itu Femisida?

Merilis situs sah Komnas Wanita, femisida ialah pembunuhan pada wanita yang sudah dilakukan atas dasar sakit hati, rasa tidak suka, ada kepenguasaan, kesenangan, dan berasa mempunyai hingga bisa melakukan perbuatan sesenang hati.

Istilah tersebut diperkenalkan pertama kalinya dengan seorang sejarawan asal Inggris, John Corry, di tahun 1801. Dia lewat bukunya yang bertema A Satirical View of London at the Commencement of the Nineteenth Century menyebutkan pembunuhan pada wanita sebagai femisida.

Hal tersebut selanjutnya dipakai oleh beberapa sastrawan di sejumlah negara maju sekitaran tahun 1970-an. Satu diantaranya Diana E.H. Russel, seorang penulis dan aktivis Afrika Selatan yang mengeluarkan keterangan masalah apakah itu femisida selengkapnya.

Femisida disebutkan berlainan dari pembunuhan biasa karena ada faktor ketidaksetaraan gender, supremasi, opresi, sampai invasi. Kematian semacam ini termasuk patriarki dan dapat terjadi di mana saja. Baik secara individu sampai barisan.

Bunuh Mantan Pacar
Bunuh Mantan Pacar

Berdasarkan catatan PBB, sejumlah 80% femisida dilaksanakan oleh beberapa orang paling dekat korban, seperti pasangan, baik yang telah menikah atau bahkan juga saat ini masih dengan status pendekatan. Sementara skema yang umum dipakai beberapa aktor ialah sadisme double.

Umumnya, saat sebelum dibunuh, wanita akan dianiaya, ditelanjangi, dan disetubuhi. Komnas Wanita saat di tahun 2018-2020, mendapati bermacam kasus femisida yang selanjutnya dipisah jadi sembilan tipe.

Sembilan tipe itu terbagi dalam femisida intim, nonintim, femisida dalam perselisihan membawa senjata dan industri sex komersil, femisida wanita disabilitas, femisida karena tujuan seksual, femisida di sel tahanan, femisida budaya, dan femisida pada aktivis kemanusiaan.

Di Indonesia sendiri, femisida intim jadi tipe yang paling umum terjadi. Femisida intim ini sebagai pembunuhan pada wanita yang sudah dilakukan oleh suami, bekas suami, pacar, dan bekas pacar. Satu diantaranya, dirasakan oleh Elisa yang kini sedang ramai dibicarakan.

Komnas Wanita kumpulkan argumen aktor lakukan pembunuhan pada wanita. Salah satunya, karena cemburu, sakit hati cintanya ditampik, ada perselingkuhan, permasalahan rumah tangga, ketersinggungan, sampai kehamilan yang tidak diharapkan.

Walau banyaknya semakin meningkat, tetapi sampai sekarang Indonesia belum juga mempunyai hukum tertentu untuk aktor femisida. Kepolisian dan negara saat ini masih memandang hal itu sebagai pembunuhan biasa.