Bisnis Narkoba Politikus Berpotensi Marak

17

Redaksipil – Bisnis Narkoba Politikus Usaha narkoba oleh politisi disebutkan mempunyai potensi ramai menjelang Penyeleksian Umum (Pemilu) 2024. Cara tersebut dipandang akan digunakan oleh beberapa akan caleg (calon legislatif) untuk mendapat biaya politik secara mudah.

“Ya kekuatan besar sekali jika beberapa calon legislatif, atau politikus yang kemungkinan ingin nyaleg kembali besar sekali kesempatannya, peluangnya untuk mereka, untuk cari ongkos politik dari uang-uang yang haram dari praktik-praktik kejahatan seperti pada Sumatra Selatan (Sumsel),” kata Ketua Indonesia Narcotic Watch (INW) Budi Tanjung saat dikontak Medcom.id, Rabu, 8 Maret 2023.

Budi menjelaskan hal tersebut karena menyorot pengakuan Kepala Tubuh Narkotika Nasional (BNN) Komjen Petrus Reinhard Golose masalah peristiwa keterkaitan figur politik dalam peredaran narkoba yang dikatakan sebagai Narcopolitics. Petrus mendapat info itu dari Kapolda dan Gubernur Sumsel.

Narcopolitics, kata Budi, disebutkan wajar diketemukan di Indonesia. Keadaan ini dikuasai oleh penelusuran sumber dana politik yang lebih tinggi agar dapat turut kontestasi.

“Politisi diperhitungkan kuat main di tempat narkoba bahkan juga dipakai untuk mengongkosi aktivitas politiknya, sebetulnya itu bukanlah hal yang baru. Dahulu kita dengar sebelumnya pernah dengar pelaku calon legislatif yang ketahuan mengedarkan narkoba yang saat itu disebut dipakai untuk ongkos calon legislatif ,” sebut Budi.

INW sedih dengan saat ini masih ramainya usaha narkoba. Bahkan juga, sampai sentuh politisi. Usaha itu dipercaya berkesempatan semakin luas di tengah-tengah imbas ekonomi pascapandemi covid-19. Disamping itu, peredaran narkoba yang masih belum sanggup usai di Tanah Air karena ada keterkaitan pelaku aparatur penegak hukum (APH).

Satu diantaranya yaitu kasus bekas Kapolda Sumatra Barat Irjen Teddy Minahasa Putra yang terlilit jual sabu sitaan Polres Bukittinggi. Keterkaitan APH semacam itu dikatakan sebagai rahasia.

“Ramainya peredaran narkoba di Indonesia tidak lepas dari peranan atau keterkaitan pelaku-oknum aparatur hukum kita dan itu menjadi rahasia, banyak aparatur penegak hukum kita yang nakal,” tutur Budi.

Cek berita menarik lainnya hanya di Redaksipil.com berbagai informasi terupdate dan terbaru dan viral telah kami rangkum untuk Anda.