Bentrok Supporter PSIS Diwarnai Gas Air Mata

9

redaksipil – Bentrok Supporter PSIS dengan Polisi yang kembali mengingatkan kembali para Tragedi Kanjuruhan yang belum lama ini sedang viral. Tragedi tersebut terulang kembali setelah Supporter PSIS memaksa masuk Stadion untuk melihat pertandingan PSIS Semarang vs Persis Solo.

Pada laga tersebut memang sudah disepakati untuk tidak menghadirkan para Supporter dari kedua belah pihak demi menjaga timbulnya masalah yang tidak diinginkan. Hingga pada akhirnya Supporter PSIS Semarang memakasa masuk hingga menimbulkan keributan, berikut kronologi kejadian tersebut.

Supporter Memaksakan Masuk

Beberapa ribu supporter PSIS Semarang ngotot mengunjungi Stadion Jatidiri Semarang, pada Jumat (17/2/2023) sore, walau pertandingan menantang Tepat Solo dalam Liga 1 Indonesia 2022/2023 itu telah ditetapkan diadakan tanpa pemirsa. Mereka yang bisa lolos langsung dicegat di pintu masuk.

AS Sukawijaya CEO PSIS Semarang dijumpai tiba ke lokasi untuk menjumpai beberapa supporter yang ketahan di muka pintu masuk Stadion Jatidiri. Dia memverifikasi jika pertandingan itu diadakan tanpa pemirsa dan ticket yang telah telanjur dibeli bisa dibalikkan.

Terjadi Kekacauan

Sesudah ada penahanan di muka pintu itu, terjadi kekacauan di antara supporter PSIS dengan aparatur polisi yang berjaga-jaga. Sebuah mobil meriam air juga dipersiapkan di Stadion Jatidiri bertepatan dengan beberapa ratus personil keamanan kombinasi.

Kekacauan itu dipacu oleh supporter yang kecewa turut serta pertikaian dengan polisi. Aparatur keamanan dan panitia eksekutor telah menerangkan pertandingan itu diadakan tanpa pemirsa. Tetapi, massa berasa tidak terima karena akui telah beli ticket.

Mereka juga memaksakan ingin melihat dari dalam stadion. Lantas, keadaan makin menghangat selesai salah satunya supporter melemparkan batu ke stadion. Tindakan itu lalu membuat supporter lain ikutan. Tidak cukup dengan batu, polisi juga dilempar botol kaca.

Polisi Menembakkan Gas Air Mata

Bentrok Supporter PSIS
Bentrok Supporter PSIS

Kekacauan itu membuat polisi tembakkan gas air mata. Hal itu jadi usaha aparatur keamanan untuk bubarkan supporter PSIS Semarang yang masih tetap memaksakan masuk ke stadion.

Karena bentrokan itu, tujuh personil polisi alami beberapa luka. Sementara 2 orang supporter yang terserang gas air mata berasa napas sesak. Ada kekacauan itu menghancurkan sarana umum.

Kombes Pol. Irwan Anwar Kapolrestabes Semarang benarkan masalah polisi yang tembakkan gas air mata. Menurut dia, perlakuan itu dilaksanakan untuk bubarkan massa dan sesuai tingkatan penyelamatan.

Pertandingan Disetop Sementara

Karena kekacauan itu, pertandingan di antara PSIS Semarang dengan Tepat Solo sebelumnya sempat disetop sesaat. Persisnya, di menit ke-74 set ke-2 karena asap gas air mata telah masuk ke stadion. Wasit Sigit Budiyanto yang minta laga stop.

Saat disetop sementara, score seimbang 0-0 saat ini masih bertahan. Selang lima menit, pertandingan di antara dua jawara Jawa tengah, PSIS Semarang dan Tepat Solo juga kembali diawali. Di akhir laga, score ke-2 nya seimbang, yaitu 1-1.

16 Supporter Diperiksa Polisi

Buntut peristiwa itu, 16 supporter PSIS Semarang dicheck Polrestabes Surabaya. Mereka diminta info berkaitan kekacauan di muka pintu masuk Stadion Jatidiri. Ini dikatakan oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.

Ada 16 orang yang diminta info di Unit Reserse Kriminil Polrestabes Semarang berkaitan dengan kekacauan yang terjadi di muka Stadion Jatidiri. 16 itu yang ditangkap dari lapangan pascabentrok, iya supporter,” tutur Irwan ke reporter di Mapolrestabes Semarang, Jumat (17/2/2023).

Beberapa supporter ini disebutkan Irwan diminta info karena beberapa sarana umum yang hancur. Nanti, hasil pengecekan akan dipadankan dengan alat bukti lain. Selanjutnya, dia menjelaskan faksinya akan balik sampaikan perubahan proses dari penyidikan itu.

“Pascakerusuhan, ada banyak kerusakan, kendaraan, sarana khalayak yang hancur, 16 (supporter) ini kita check. Seberapa jauh peranannya, kualitas kesaksiannya, kualitas penjelasannya akan dipadankan dengan alat bukti lain. Kelak perubahan akan kami berikan,” kata Irwan.

Cek berita menarik lainnya hanya di Redaksipil.com berbagai informasi terupdate dan terbaru dan viral telah kami rangkum untuk kamu.