Balon Udara Cina Bukan Masalah Besar Bagi AS

9

redaksipil – Balon Udara Cina yang dikatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjelaskan dia tidak menyaksikan balon mata-mata Cina yang terbang di daerah AS sebagai wujud pelanggaran keamanan besar. AS tembak jatuh balon itu di Samudra Atlantik.

Biden coba jaga komunikasi dengan Cina dan tidak biarkan kemelut keluar kendalian. Dalam interviunya dengan Noticias Telemundo, dia menjelaskan tidak menyesal tembak jatuh balon itu.

“Ini bukanlah pelanggaran besar, tujuan saya itu betul-betul menyalahi hukum internasional, ini ruangan udara kami, dan saat tiba ke ruangan kami, kami dapat lakukan apa pun itu dengannya,” kata Biden, Jumat (10/2/2023).

Dia menjelaskan militer AS cemas jika tembak jatuh balon itu di atas dataran. Pecahan dan beberapa puingnya bisa terbang sampai ke wilayah permukiman.

Balon Udara Cina
Balon Udara Cina

“Benda ini besar sekali, apa yang terjadi jika jatuh dan berkenaan sekolah di wilayah tepian? Apa yang terjadi saat jatuh? Jadi saya beritahukan mereka saat mereka mendapatkan saat yang pas untuk tembak jatuh, selekasnya tembak, mereka memutuskan arif, mereka menembaknya jatuh di atas air, mereka mendapati mayoritas bekasnya, dan mereka bagus,” kata Biden.

Pada 2 Februari lalu Biden memerintah supaya balon itu ditembak jatuh. Tetapi minta militer AS tidak melakukan tindakan sampai balon tertera di atas laut.

2 hari selanjutnya pesawat tempur militer AS tembak jatuh balon dengan tinggi 61 mtr. itu bersama piranti electronic yang dibawa di tepi laut South Carolina. AS ambil tersisa balon itu sekitar mungkin.

Beberapa anggota Partai Republik dan Demokrat mengomentari Biden tidak tembak jatuh balon itu bisa lebih cepat. AS mendapati balon yang mereka sebutkan sebagai kendaraan spionase pada 28 Januari di Alaska.