Aksi Pembakaran Boneka Rasmus Palundan di Medan

7

redaksipil – Aksi pembakaran Boneka oleh beberapa ratus umat Islam melangsungkan tindakan demonstrasi di muka Kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Denmark, Jalan Tengku Amir Hamzah, sebagai bentuk protes yang dilakukan salah satu tokoh politik Swedia terhadap Al Quran.

Massa yang bergabung dalam Koalisi Organisasi masyarakat Islam Sumut ini mengumandangkan protes atas perlakuan Rasmus Paludan yang lakukan pembakaran Al-Qur’an. Mereka memandang hal tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan.

Awalannya massa berkonvoi ke Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan. Mereka minta anggota dewan ikut bernada mengatakan sikap ke pemerintahan supaya menggeret Rasmus Paludan ke pengadilan internasional.

Kemudian, massa mengarah ke kantor Konjen Denmark yang ada di Jalan Tengku Amir Hamzah, Medan. Di situ sudah terpasang kawat duri ini.

Orator tindakan secara berganti-gantian sampaikan pidato hujatan atas tindakan pembakaran Al-Qur’an oleh Rasmus Paludan yang disebut masyarakat Denmark.

“Kalian harus keluar bicara sama kami, minimum meminta maaf, apa ada manusia dalam sana?” kata ustaz Amir Sitompul.

Dianya menjelaskan Denmark atau Swedia tidak boleh membuat perlindungan perlakuan bengis Rasmus Paludan yang sakiti umat Islam. Kebebasan berekspresif tidak harus dilaksanakan dengan sakiti dan menistakan agama.

Aksi Pembakaran Boneka
Aksi Pembakaran Boneka

“Kami sejauh ini di Sumut tak pernah ribut. Kami umat Islam tak pernah membakar kitab agama lain,” kata Amir.

Dalam pada itu, ustaz Rafdinal menyumpah keras perlakuan pembakaran kitab suci kaum muslim. Dianya menyumpah Rasmus dan menyamainya dengan iblis.

“Kami datang di depan Konjen Denmark untuk mengatakan sikap geram kami atas pembakaran kitab suci Al-Qur’an,” tegas Rafdinal.

Tak lama kemudian selanjutnya, perwakilan massa dipersilakan masuk ke Konjen Denmark di Medan. Tetapi, tidak lama dalam delegasi demonstran keluar dalam kantor.

Mereka sedih karena tidak bisa berjumpa dengan Kepala Konjen Denmark. Surat pengakuan sikap mereka cuma diterima oleh staf saja. Pucuknya, massa keluarkan sebuah boneka yang disebut simbolisasi dari figur Rasmus Paludan.

“Ini hari kita bakar dan menggantung Rasmus Paludan sang pembakar Al Quran,” catat kertas karton yang bergantung di boneka itu.

Salah seorang peserta tindakan lalu menghidupkan korek gas. Pelan-pelan api menyebar ke semua badan Rasmus Paludan dan membakarnya sampai hangus.

“Berikut simbolasi amarah kami atas tindakan Rasmus Paludan,” kata massa tindakan.

Selesai lakukan pembakaran pada boneka Rasmus Paludan, massa tindakan perlahan-lahan bubarkan diri dengan teratur. Kelihatan personil kombinasi Polrestabes Medan dikeluarkan untuk menjaga jalannya tindakan supaya berjalan aman dan aman.