Akibat Pergaulan Bebas! Remaja 12 Tahun Hamil

7

redaksipil – Akibat Pergaulan Bebas memang beresiko sekali jika tidak dipantau orang-tua, sama seperti yang menerpa bocah wanita berumur 12 tahun di Kabupaten FakFak, Propinsi Papua Barat. Remaja yang masih tergolong sangat muda dan harus dalam pengawasan orang tua dan pendidikan lebih ini,harus mengalami hal buruk kepada dirinya dan jugak masa depannya pasal remaja muda tersebut harus mengandung bayi dalam rahimnya diakibatkan pergaulan bebas yang dilakukannya.

Kasus inipun menjadi viral dimedia sosial dan mendapatkan banyak respon dari warga net tentang hal yang sudah menimpa remaja tersebut.

Siswi SD kelas enam itu hamil dan trending di sosial media.

Video bocah SD itu sedang jalani USG dan diupload account Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Minggu (29/1/2023).

Awalannya, video itu diupload oleh dokter yang tangani bocah belia itu.

“Nona usia 12 tahun (kelas 6 SD) hamil anak sulung, diantarkan oleh Team Pendayagunaan Wanita Kabupaten Fakfak,” info yang ada pada video.

Lewat video itu, kelihatan peristiwa saat pelajar SD itu sedang terbujur di atas tempat tidur di mana dianya dicheck.

Akibat Pergaulan Bebas
Akibat Pergaulan Bebas

Kelihatan juga keadaan perut sang anak wanita itu yang sudah jadi membesar.

“Bagaimana juga kenakalan anak remaja yang kemungkinan sering memberi cedera dalam ke orang tuanya. Namun tetap orangtua perlu pikirkan imbas psikis dan fisik dari anaknya yang hamil di bawah usia,” info yang lain ada pada video.

Cerita ini juga langsung saja jadi perhatian dari netizen. Cukup banyak netizen yang prihatin dengan peristiwa yang menerpa anak yang belia itu.

Tetapi, banyak juga netizen yang menanyakan kehadiran dan ikut serta dari orangtua bocah itu.

“Astagfirullah usia 12 tahun loh. Bagaimana tuch,” kata netizen.

“Astagfirullahaladzim naudzubillah min dzalik. Yang sabar, mudah-mudahan kamu dapat melalui ini semua dengan tulus,” tambah netizen lain.

“Saya jadi orang tua menyaksikan ini sakit sekali, sedih ,” tutur netizen lain.

“Di mana peranan orangtua dan keluarga?” lebih netizen lain.

“Orang tuanya ngapain saja anji*? Anak kagak pernah dibawa bicara kalik ya,” komentar netizen yang lain kembali.